PotretOne.com, Sanana – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan Integratif (KKLl) angkatan Xl STAI Babussalam Sula Maluku Utara, melaksanakan program kerja Dialog Publik dengan mengusung tema “STAI Babussalam Sula Bicara Konsep dan Implementasi Moderasi Beragama.”
Program Dialog Publik Mahasiswa KKLI diawali dengan pembukaan yang di buka langsung oleh Ketua STAI Babussalam Sula, Sahrul Takim S.Pd.l., M.Pd.l dan dihairi Puluhan Mahasiswa. Kegiatan tersebut bertempat di Aula Kampus, Rabu (4/4/24).
Setelah dialog publik dibuka dilanjutkan dengan kegiatan inti dan dipandu langsung oleh Perisiden BEM STAI Babussalam Sula, Jisman Leka sebagai moderator Dialog Publik.
Ibu Pendeta M.Latuihamallo, T, M. Th, selaku pemateri dalam kegiatan dilog Buplik. Ia menjelaskan, untuk mempererat persaudaraan dalam bingkai toleransi umat beragama moderasi beragama adalah usaha mengembalikan pemahaman dan praktek nilai nilai beragam dalam kehidupan sehari-hari agar sesuai dengan esensinya yaitu menjaga harkat martabat dan peradaban manusia. Moderasi beragama juga merupakan jalan tengah untuk mencegah terjadinya radikalisme di masyarakat sehingga toleransi antara umat beragama sangat penting.
“Puji Tuhan juga untuk orang Sula pemahaman toleransi umat beragama sudah sangat bagus tinggal kita kembangkan lagi dalam hal hal lain yang lebih bagus lagi kedepan,”ungkap Ibu Pendeta M.Latuihamallo, T, M. Th
Kesempatan yang sama juga disampaikan, Sahbudin lumbessy, S.Pd.l., M.Pd.l pada kegiatan dialog itu, Ia mengatakan sebagai rakyat Indonesia harus saling menghargai dan menghormati sesama manusia yang ada di dunia siapapun dia, dari mana dia dan siapa agamanya karena kita tahu secara bersamaan setiap agama tidak pernah mengajarkan orang untuk melakukan kejahatan dan kekerasan, yang di ajarkan adalah yang baik namun yang sering terjadi kekerasan dan kejahatan itu kembali pada pribadi yang tak memahami atau dalam pemahaman agamanya terlalu keras.
Hal yang sama di sampaikan juga oleh Yamin Jul S.Sos.l., M.Pd.l, mengatakan bicara moderasi beragama serta toleransi kita tidak hanya banyak bicara dan juga merujuk pada konsep semata namun praktek yang sangat dibutuhkan agar terlihat lebih baik.
Menurut Yamin, ada berbagai macam adat istiadat dan juga ada beberapa agama maka perlunya pemahaman soal moderasi dan juga toleransi ini sangat diperlukan apabila sebagai mahasiswa kaum intelektual yang terdidik harus mendalami soal moderasi agar dapat menyampaikan kepada masyarakat publik untuk dipahami dan di praktekkan. (RA)



















