banner 728x90
banner 728x90
BeritaDaerah

Team Relawan Bolone dari Kota Dumai, Ikuti Acara Deklarasi Paslon Abdul Wahid-SF Hariyanto

58
×

Team Relawan Bolone dari Kota Dumai, Ikuti Acara Deklarasi Paslon Abdul Wahid-SF Hariyanto

Sebarkan artikel ini

Potretone.com Riau – Rabu,28 Agustus 2024, Ribuan simpatisan pendukung Abdul Wahid dari Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau berbondong datang untuk menyaksikan acara Deklarasi dan Pendaftaran pasangan calon.

Sebelum melakukan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Riau. Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Riau Abdul Wahid-SF Hariyanto melakukan deklarasi di Ballroom Hotel Aryaduta Pekanbaru.

banner 728x90

Pada kegiatan deklarasi ini, juga dihadiri Ustadz Abdul Somad (UAS), para pimpinan partai koalisi dari PDI Perjuangan, Nasdem dan juga PKB. Termasuk juga dihadiri ribuan relawan yang memadati ruangan.

Diacara tersebut juga tampak hadir team Relawan Bolone(pasukan) dari kota Dumai yang siap mendukung penuh paslon untuk maju duduk di kursi Gubernur Riau.

“Sebagai team relawan pendukung kami siap menjalankan perintah untuk meraih kemenangan dan menjadikan paslon kita sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau. Dan dalam waktu dekat kami seluruh relawan Bolone se-Kota Dumai akan melakukan konsolidasi dan membuat strategi pemenangan untuk paslon kita ini, ” ungkap Gunanto Ketua team relawan Bolone Abdul Wahid.

UAS juga meminta para relawan Bermarwah saat pelaksanaan pencoblosan nantinya untuk mengawal setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hal tersebut untuk memastikan setiap suara yang sudah di berikan terkawal dengan baik dan tidak dicurangi.

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Potretone.com, Sanana,- Angin laut di Pelabuhan Sanana siang itu berembus pelan, seolah ikut membawa kenangan-kenangan lama yang hampir terlupakan. Di antara langkah kaki para penumpang yang turun dari kapal KM. Permata Obi pada 28 April 2026, ada sekelompok orang tua yang berjalan perlahan bukan semata karena usia, tetapi karena mereka sedang memikul sesuatu yang tidak sisa-sisa budaya yang kian menipis dimakan zaman.