banner 728x90
Berita

Masyarakat Pengguna Jalan Tegalega Dumai Resah Dengan Tumpukan Tanah Ditengah Jalan

55
×

Masyarakat Pengguna Jalan Tegalega Dumai Resah Dengan Tumpukan Tanah Ditengah Jalan

Sebarkan artikel ini

Potretone.com Dumai – Proyek Jalan Ahmad Yani atau jalan tegalega Dumai membuat resah pengendara kendaraan bermotor karna jalan proyek sudah selesai dan jalan sudah layak dilewati, namun pihak kontraktor masih menumpukan tanah di tengah jalan tersebut,pelaksana Proyek tersebut dari CV. Sukma Jaya Perdana. Proyek sampai Miliaran jalanpun tidak rata. (11/07/2025)

Pantauan awak media, proyek yang berada lewat dari jembatan sampai simpang lampu merah kondisi jalan tidak rata dan jalan tersebut di tutup sampai saat ini dengan tanah timbun yang menutupi jalan hingga kendaraan roda 4 tidak bisa melewatinya.

banner 728x90

Tertangkap kamera, pengendara roda 4 berputar karna tumpukan tanah menutupi jalan

Salah satu pengendara bermotor mengatakan, “tidak jelas pemborong proyek ini, dah jelas jalan ini sudah bisa dilalui malah masih ditumpukan tanah di tengah-tengah, jadi menghambat dan memperlambat aktivitas kami mau kerja, ” kata pengendara roda 4 ke awak media ini.

Diminta Dinas PUPR kota Dumai untuk cek dengan baik sebelum pencairan acaranya proyek tersebut, jangan gara-gara proyek belum cair masyarakatpun menderita. (Red)

 

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Sanana,- Aksi demonstrasi yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Kabupaten Kepulauan Sula untuk menyoroti dugaan kasus-kasus korupsi di daerah berakhir ricuh. Ketua IMM Kepulauan Sula, Prabowo Sibela, mengaku menjadi korban dugaan pemukulan oleh seorang oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat menyampaikan aspirasi di depan Istana Daerah, Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Minggu (31/5/2026).

Berita

Potretone.com, Sanana,- Sikap diam Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Sula terkait dugaan pelanggaran ketenagakerjaan di PT Mangoli Timber Produsen (MTP) mulai memantik kritik keras. Lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan di bidang tenaga kerja itu dinilai belum menunjukkan keberanian politik untuk membela ribuan pekerja lokal yang diduga kehilangan hak-hak normatifnya.