banner 728x90
banner 728x90
Berita

Masyarakat Pengguna Jalan Tegalega Dumai Resah Dengan Tumpukan Tanah Ditengah Jalan

52
×

Masyarakat Pengguna Jalan Tegalega Dumai Resah Dengan Tumpukan Tanah Ditengah Jalan

Sebarkan artikel ini

Potretone.com Dumai – Proyek Jalan Ahmad Yani atau jalan tegalega Dumai membuat resah pengendara kendaraan bermotor karna jalan proyek sudah selesai dan jalan sudah layak dilewati, namun pihak kontraktor masih menumpukan tanah di tengah jalan tersebut,pelaksana Proyek tersebut dari CV. Sukma Jaya Perdana. Proyek sampai Miliaran jalanpun tidak rata. (11/07/2025)

Pantauan awak media, proyek yang berada lewat dari jembatan sampai simpang lampu merah kondisi jalan tidak rata dan jalan tersebut di tutup sampai saat ini dengan tanah timbun yang menutupi jalan hingga kendaraan roda 4 tidak bisa melewatinya.

banner 728x90

Tertangkap kamera, pengendara roda 4 berputar karna tumpukan tanah menutupi jalan

Salah satu pengendara bermotor mengatakan, “tidak jelas pemborong proyek ini, dah jelas jalan ini sudah bisa dilalui malah masih ditumpukan tanah di tengah-tengah, jadi menghambat dan memperlambat aktivitas kami mau kerja, ” kata pengendara roda 4 ke awak media ini.

Diminta Dinas PUPR kota Dumai untuk cek dengan baik sebelum pencairan acaranya proyek tersebut, jangan gara-gara proyek belum cair masyarakatpun menderita. (Red)

 

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Potretone.com, Sanana,- Kasus dugaan persetubuhan anak di bawah umur di Desa Falabisahaya Kecamatan Mangoli Utara, akhirnya masuk babak baru. Berkas kasusnya suda diserahkan polisi ke Kejaksaan Negeri Kepulauan Sula pada 13 April 2026 dan sekarang masi di periksa apakah suda lengkap (P21) atau belum. 

Berita

Potretine.com, Sanana,- Proyek pembangunan tower di Desa Buya, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula, kini disorot tajam oleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD setempat. Proyek bernilai lebih dari Rp3 miliar itu diduga kuat tidak menjalankan prinsip transparansi setelah ditemukan tidak adanya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Selasa, (14/4/2026).