banner 728x90
banner 728x90
BeritaDaerahNasionalOtomotifRegionalUncategorized

Lembaga MRP Papua, Perjuangkan Kuota Tambahan Tes Perwira Untuk Anak-Anak Asli Papua

88
×

Lembaga MRP Papua, Perjuangkan Kuota Tambahan Tes Perwira Untuk Anak-Anak Asli Papua

Sebarkan artikel ini
Foto : Wakil Ketua II MRP Provinsi Papua

PotretOne.com, Papua – Lembaga Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua, didatangi sejumlah anak-anak sali papu. Hal itu diungkapkan, Wakil ketua II MRP Provinsi Papua Max Abner Ohe, kepada sejumlah media, Selasa (2/4/24).

“Hari ini kami telah kedatangan anak-anak kami asli Papua yang mengabdi sebagai POLRI meminta kepada kami lembaga MRP yang sudah ada supaya membantu menyampaikan aspirasi mereka”ujarnya.

banner 728x90

Oleh karena itu Tamba Max Abner Ohe, Aspirasi yang disampaikan anak-anak asli papu, akan segra kami membentuk Tim dan melakukan pertemuan dengan Kapolda untuk menyampaikan aspirasi tersebut.

“Permintaan anak-anak kami akan kami tindak lanjuti dan segara kami sampaikan ke Kapolda dalam waktu dekat,”terangnya.

Tak hanya itu Wakil ketua II MRP Provinsi Papua, Max Abner Ohe juga mengatakan, Aspirasi anak-anak papu terkait kuota tambahan tes perwira itu bukan saja diperjuangkan sampai di Polda, namun juga di perjuangkan sampai ke Polri.

“Kami juga akan teruskan aspirasi ini ke bapak Kapolri Sigit litsyo Prabowo supaya ada kuota tambahan bagi anak-anak kita yang asli papua. Dan kami juga meperjuangkan supaya pada tes perwira bisa di berikan kebijakan dapat di loloskan.

Baginya, dari 186 hingga 100 yang terpilih itu bisa di berikan kebijakan agar ada kuota tambahan bagi anak-anak asli Papua, supaya mereka mengabdi sebagai polri di tanah Papua untuk negara kesatuan Republik Indonesia NKRI.

“Kiranya dengan adanya kuota tambahan tersebut anak – anak kami bisa menjadi polri untuk indonesia di tanah Papua,” Pungkasnya. (Yos)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Potretone.com, Sanana,- Angin laut di Pelabuhan Sanana siang itu berembus pelan, seolah ikut membawa kenangan-kenangan lama yang hampir terlupakan. Di antara langkah kaki para penumpang yang turun dari kapal KM. Permata Obi pada 28 April 2026, ada sekelompok orang tua yang berjalan perlahan bukan semata karena usia, tetapi karena mereka sedang memikul sesuatu yang tidak sisa-sisa budaya yang kian menipis dimakan zaman.