banner 728x90
banner 728x90
BeritaDaerahMaluku UtaraNasionalPendidikan

Gema 80 Tahun PGRI di Tobelo: Guru Halmahera Utara Teguhkan Janji Mencerdaskan Bangsa di Era Digital

17
×

Gema 80 Tahun PGRI di Tobelo: Guru Halmahera Utara Teguhkan Janji Mencerdaskan Bangsa di Era Digital

Sebarkan artikel ini

Potretone.com,Halut,- Lapangan Do Omu Matau di Desa Gamsungi pagi itu dipenuhi riuh semangat. Ratusan guru dari seluruh penjuru Halmahera Utara berkumpul, bukan sekadar hadir dalam upacara, tapi membawa harapan, kebanggaan, dan tekad yang telah diwariskan selama 80 tahun sejak lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada 25 November 1945.

Mengusung tema nasional “Guru Bermutu, Indonesia Maju: Bersama PGRI Menuju Indonesia Emas”, upacara HUT ke-80 PGRI sekaligus Hari Guru Nasional berlangsung khidmat. Derap langkah Komandan Upacara Agus Salim membuka rangkaian acara, disusul kehadiran Inspektur Upacara Ir. Valentino Leiwakabesy, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, yang mewakili Bupati Halmahera Utara.

banner 728x90

“Guru adalah pilar bangsa. Semangat pengabdian mereka terus menjadi cahaya penuntun generasi muda menuju masa depan,” ujar Valentino dalam amanatnya.

Dalam amanatnya, Valentino membacakan pesan Ketua Umum PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., yang menegaskan sejarah berdirinya PGRI. Seratus hari setelah proklamasi kemerdekaan, para guru bersatu meleburkan berbagai organisasi untuk satu tujuan: mempertahankan kedaulatan bangsa melalui pendidikan.

“PGRI bukan sekadar organisasi profesi. Ia adalah kekuatan moral yang menjaga jantung peradaban bangsa,” bunyi pesan itu.

Hari ini, para guru menghadapi tantangan baru. Di era revolusi digital dan kecerdasan buatan, mereka tidak hanya mengajar dari papan tulis, tetapi juga harus beradaptasi dengan teknologi, mengembangkan growth mindset, dan menyiapkan generasi muda dengan keterampilan abad ke-21.

“Hari ini kami merayakan bukan hanya usia PGRI, tapi juga komitmen kami. Mengajar bukan sekadar profesi, tapi panggilan hati untuk mencerdaskan bangsa.”

Upacara di Tobelo bukan sekadar perayaan, tetapi simbol teguhnya janji para pendidik Halmahera Utara. Gema pengabdian 80 tahun itu terdengar jelas, menegaskan bahwa dedikasi guru tetap menjadi kekuatan utama dalam membangun masa depan bangsa.

(Cheni)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Potretine.com, Sanana,- Proyek pembangunan tower di Desa Buya, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula, kini disorot tajam oleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD setempat. Proyek bernilai lebih dari Rp3 miliar itu diduga kuat tidak menjalankan prinsip transparansi setelah ditemukan tidak adanya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Selasa, (14/4/2026).