PotretOne.com, Sanana,- Aparat Penegak Hukum (APH) didesak segera memeriksa operasional SPBU Kompak di Desa Waiboga Kecamatan Sulabesi Tengah, Kepulauan Sula karena
diduga melakukan penyalahgunaan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Rabu, (31/12/2025).
SPBU Kompak yang beroperasi di wilayah Kepulauan Sula ini dikabarkan milik Alexsander Paka. Dan dugaan pengalihan BBM subsidi ini dinilai berpotensi merugikan keuangan negara sekaligus mencederai hak nelayan sebagai penerima manfaat utama kebijakan subsidi pemerintah tersebut.
Seorang karyawan SPBU Kompak yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan adanya kejanggalan administrasi dalam penyaluran BBM subsidi. Menurutnya, BBM tersebut diklaim diperuntukkan bagi nelayan, namun dokumen rekomendasi tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.
“Minyaknya disebut untuk nelayan, tapi dalam surat rekomendasi hanya tercantum satu nama. Kenyataannya, yang mengambil dan menggunakan lebih dari satu orang,” ujarnya.
Keluhan serupa juga datang dari warga sekitar. Mereka mengaku kerap kesulitan memperoleh BBM subsidi, sementara pada saat yang sama stok Pertalite justru terpantau tersedia secara konsisten.
“BBM subsidi sering kosong, tapi Pertamx selalu ada. Ini patut dipertanyakan,” kata seorang warga.
Masyarakat meminta APH, BPH Migas, dan Pertamina segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk audit administrasi dan pengawasan lapangan, guna memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran serta mencegah praktik penyalahgunaan yang merugikan masyarakat kecil.
Sementara itu, sampai berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU Kompak belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan. (Ra)



















