banner 728x90banner 728x90
DaerahBerita

Aliansi Bumi Mangoli Gelar Nobar untuk Kampanye Kesadaran Lingkungan

63
×

Aliansi Bumi Mangoli Gelar Nobar untuk Kampanye Kesadaran Lingkungan

Sebarkan artikel ini

Potretone.com, Sanana, – Aliansi Bumi Mangoli menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter berjudul “Arsenik di Balik Hilirisasi Nikel”, Sabtu (30/8).

Nonton bareng ini sebagai bagian dari kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai ancaman kerusakan lingkungan akibat rencana masuknya 10 Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Pulau Mangoli. Nobar ini diadakan pada Jumat, 29 Agustus 2025, di Desa Orifola, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula.

banner 728x90

Koordinator kegiatan, Rifai Galela, menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat tentang dampak negatif pertambangan, baik terhadap lingkungan maupun keberlanjutan sosial dan ekonomi.

“Nobar ini menjadi ruang bagi warga untuk berbagi informasi dan menegaskan bahwa ancaman tambang dapat merusak tidak hanya alam, tetapi juga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Pulau Mangoli,” jelas Rifai.

Selama pemutaran film, masyarakat disuguhkan dengan video kerusakan alam akibat aktivitas pertambangan, termasuk banjir dan pencemaran air. Salah seorang warga mengaitkan cuplikan itu dengan banjir yang melanda desa-desa di Pulau Mangoli beberapa waktu lalu, yang bahkan menelan korban jiwa.

“Daratan Mangoli ini rawan banjir. Hujan gerimis saja bisa banjir, apalagi kalau tambang masuk, pasti air bawah mati habis. Jadi lebih baik kita tolak tambang,” ungkap Rifai, mengutip komentar warga.

Film ini juga menampilkan pencemaran laut yang berubah warna kecokelatan dan ikan yang tercemar zat beracun seperti arsenik dan merkuri. Seorang warga menanggapi, “Kalau air laut cokelat dan ikan sudah beracun, lalu kita makan, bagaimana mau sehat?”

Usai pemutaran film, Sarmin Pora, seorang pemuda Desa Orifola, mengajak masyarakat untuk menolak rencana 10 IUP yang dianggap tidak sesuai prosedur dan berpotensi merusak lingkungan.

“Masyarakat Orifola hidup dari bertani, bukan dari tambang. Pulau Mangoli tidak layak menjadi lokasi tambang karena rawan banjir dan mayoritas penduduknya adalah petani,” tegas Sarmin.

Sarmin juga menyoroti bahwa Desa Orifola masuk dalam area konsesi PT Aneka Indo Mineral Utama Sejahtera, yang mencakup beberapa kecamatan di Pulau Mangoli, dengan luas area 22.535,1 hektare.

“Kami ingin mengingatkan pemerintah bahwa Pulau Mangoli bukan lahan kosong. Masyarakat sudah lama hidup di sini, dan kami tidak ingin dipaksa menerima tambang yang merusak keberlanjutan hidup kami,” tutup Sarmin.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat semangat perjuangan masyarakat Pulau Mangoli untuk melindungi lingkungan dan mata pencaharian mereka. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Potretone.com, Halut,- Suasana duka yang hening namun penuh kehangatan menyelimuti halaman Kantor Bupati Halmahera Utara, ketika ratusan pelayat memadati area upacara untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Ir. Hein Namotemo, M.SP, mantan Bupati dua periode yang dikenal sebagai tokoh perdamaian dan peletak dasar pembangunan Halut. Senin, (8/12/2025.