banner 728x90
banner 728x90
BeritaNasionalPendidikan

Bukan sekedar Skripsi: Kisah Duka Mahasiswi Undip yang Menyentuh Ribuan Hati

81
×

Bukan sekedar Skripsi: Kisah Duka Mahasiswi Undip yang Menyentuh Ribuan Hati

Sebarkan artikel ini

Potretone.com Semarang,- Dunia akademik kembali dihangatkan oleh sebuah karya ilmiah menyentuh dari mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip), Astari Kusumadewi, S.Psi., yang berhasil mencuri perhatian publik lewat skripsinya yang mengangkat tema kehilangan dan kemanusiaan.

Skripsi berjudul “Menelisik Luka, Merangkai Makna: Pengalaman Berduka Pasca Kehilangan Tercinta” menjadi viral setelah publik menilai karya tersebut mampu menyampaikan kedalaman rasa dan empati dalam menghadapi duka. Sebuah topik yang kerap dihindari namun dekat dengan pengalaman manusia sehari-hari.

banner 728x90

Dalam penelitiannya, Astari menggunakan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), sebuah metode kualitatif yang mendalami pengalaman personal partisipan secara mendalam. Melalui pendekatan ini, skripsinya tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi juga ruang untuk menyuarakan sisi emosional manusia yang kerap luput dalam statistik.

“Saya berharap karya ini bisa menjadi teman bagi siapa pun yang sedang menjalani masa sulit akibat kehilangan, sekaligus berkontribusi pada pengembangan literatur psikologi Indonesia yang lebih berjiwa,” ungkap Astari saat diwawancarai oleh tim redaksi dutanusantaramerdeka.com.

Astari resmi meraih gelar Sarjana Psikologi pada 11 Juni 2025 dengan predikat cumlaude dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,65. Skripsi ini disusun di bawah bimbingan akademik Aldani Putri Wijayanti, S.Psi., M.Sc., serta pengawasan dosen wali Yohanis Franz La Kahija, S.Psi., M.Sc.

Karya ilmiah ini mendapatkan sambutan positif tidak hanya dari kalangan akademisi, tetapi juga dari masyarakat umum. Di media sosial, warganet menyampaikan apresiasi atas keberanian Astari membahas tema yang berat namun relevan, bahkan menyebut bahwa karyanya membawa pesan universal: “Kehilangan memang menyakitkan, tetapi bisa menjadi jalan menemukan makna baru.”

Perjalanan akademik Astari menjadi bukti bahwa skripsi bukan sekadar kewajiban akademis, melainkan juga sarana menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan. Dedikasinya selama penyusunan karya ini menjadi inspirasi tersendiri bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk melihat ilmu pengetahuan sebagai jembatan empati dan perubahan sosial.

Kisah Astari pun menjadi penutup manis perjalanan studinya di Undip dan membuka jalan baru sebagai lulusan psikologi yang siap memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Berita kutipan dari dutanusantaramerdeka.com “Skripsi Mahasiswa Undip Menyentuh Hati, dengan Tema ‘Duka dan Kemanusiaan’ yang di tulis oleh Lakalim Adalin dan Editor Arianto.

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *