Potretone.com, Sanana (Malut) – Tiga organisasi marhaenis yang tergabung dalam fron bersama, pagi tadi gelar aksi di depan kantor Bawaslu Kab. Kepulauan Sula, kamis (11/7/24).
Mereka yang tergabung dalam fron adalah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) dan Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Kepulauan Sula.
Kordinator Lapangan atau Korlap, Rifki Leko, menilai Bawaslu tidak netral dalam melaksanakan tugas sebagai penyelenggara pemilu serentak pada Pilkada November 2024 mendatang.
“Karena ada dugaan oknum-oknum kades yang terlibat dalam politik praktis seperti memasang baliho salah satu calon bupati di kepulauan sula tapi mereka diam saja dan tidak ada tindakan apa-apa oleh Bawaslu Sula,”ujar Rifki Leko usai menyampaikan orasi.
Tambah Rifki, seharusnya sebagai penyelenggara pemilu harus netral dalam melaksanakan tugasnya. “Maka dari itu, kami menduga ada apa dengan Bawaslu Sula saat ini,”tanya dia.
Dia meminta Bawaslu RI untuk dapat mengevaluasi Bawaslu Kabupaten Kepulauan Sula.
“Kami berharap Bawaslu RI dapat evaluasi tiga orang Bawaslu Sula, dan kalu bisa di pecat saja karena mereka dinilai lalai tidak netral,”harap Rifki, Ketua DPC GMNI Kepsul. (**)



















