Potretone.com, Malut,- Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula hadir dalam High Level Meeting (HLM) TPID & TP2DD Provinsi Maluku Utara yang berlangsung di Aula Nuku, Kantor Gubernur. Rabu, (26/11/2025).
Pertemuan strategis ini menjadi langkah cepat pemerintah daerah dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan pokok serta memperkuat sistem digitalisasi keuangan daerah.
Asisten I Setda Kepulauan Sula, Sutomo Teapon, S.STP, turut hadir mewakili Pemda Sula. Ia menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang penting untuk menyinergikan langkah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan dan menjamin pasokan bahan pokok tetap aman hingga akhir tahun.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Adrian, yang menekankan pentingnya pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat. Bank Indonesia melalui Kepala Perwakilan Malut, Dwi Indrawan, mengungkapkan bahwa komoditas pangan khususnya beras, gula, daging ayam, ikan dan barito masih menjadi penyumbang inflasi terbesar menjelang Nataru.
Gubernur juga mengingatkan bahwa meski Maluku Utara sempat berada pada peringkat inflasi terendah ketiga nasional, tren tersebut berubah memasuki Oktober. Ia langsung menginstruksikan Sekprov untuk segera melakukan inspeksi pasar demi mencegah kemungkinan kenaikan harga yang tidak wajar.
Tak hanya soal pangan, aspek digitalisasi transaksi pemerintah juga menjadi perhatian utama. Melalui percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), Pemprov Malut mendorong transparansi, akuntabilitas, dan peningkatan PAD melalui pembayaran non-tunai.
Dalam penutup, Gubernur menyerukan kolaborasi kuat antar-TPID kabupaten/kota.
“Kita harus menjaga stabilitas harga agar masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan gembira,” ujarnya.
Pemda Sula menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mengawal kebutuhan masyarakat hingga penghujung 2025.



















