banner 728x90
banner 728x90
Ekonomi BisnisBeritaDaerah

Menteri Pertanian RI Tancap Gas! Halmahera Utara Jadi Episentrum Hilirisasi Kelapa Nasional

40
×

Menteri Pertanian RI Tancap Gas! Halmahera Utara Jadi Episentrum Hilirisasi Kelapa Nasional

Sebarkan artikel ini

Halut, Potretone.com,- Kabupaten Halmahera Utara kini menjadi sorotan nasional. Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., bersama rombongan melakukan kunjungan kerja bersejarah dalam rangka memperkuat sektor pertanian sekaligus mendorong hilirisasi hasil perkebunan kelapa di Maluku Utara. Senin, (27/10).

Rombongan Menteri Pertanian RI tiba di Bandara Kuabang Kao, Desa Jati, Kecamatan Kao, sekitar pukul 11.00 WIT dengan pesawat Private Jet. Kedatangan tersebut disambut meriah lewat tarian adat Cakalele, simbol penghormatan dan sambutan hangat masyarakat adat Halmahera.

banner 728x90

Kedatangan Menteri Pertanian RI di Halmahera Utara, di sambut langsung oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, Ketua DPRD Halut Cristina Lesnussa, serta jajaran Forkopimda dan pejabat Kementerian Pertanian RI.

Usai ramah tamah d di bandara, Menteri Pertanian RI dan rombongan bertolak menuju PT NIKO di Kecamatan Tobelo Barat. Di sana, Menteri meninjau langsung proses pengolahan buah kelapa dan memimpin pelepasan ekspor produk kelapa ke China senilai Rp 1,67 miliar meliputi santan kemasan dan berbagai produk turunan kelapa.

Pada kesempatan itu, Mentri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata kehadiran pemerintah dalam mendengar langsung suara petani di desa.

“Kami ingin turun langsung ke desa, karena petani tinggal di desa. Suara petani adalah suara Tuhan. Jika petani tersenyum, maka saya pun ikut tersenyum,” tegasnya.

Sebagai wujud nyata dukungan, Menteri mengumumkan bantuan lahan kelapa seluas 10 ribu hektar untuk Maluku Utara, di mana 5 ribu hektar di antaranya khusus diperuntukkan bagi Halmahera Utara.

Ia juga mendorong pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk terus berinovasi dalam meningkatkan nilai tambah produk turunan kelapa.

“Hidup itu harus tumbuh bersama. Jika perusahaan, pemerintah, dan petani bersinergi, ekonomi daerah pasti bangkit. Kami ingin harga kelapa naik dan masyarakat semakin sejahtera,” tambahnya.

Kesempatan yang sama, Gubernur Sherly Tjoanda juga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian langsung Menteri Pertanian terhadap potensi daerahnya.

Ia menegaskan, Halmahera Utara memiliki 45 ribu hektar lahan produktif yang siap ditanami kelapa, dengan potensi besar menjadi pusat produksi kelapa unggulan di kawasan timur Indonesia.

“Kami berharap, dengan dukungan pemerintah pusat, sektor kelapa di Halmahera Utara bisa menjadi tulang punggung ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Sherly penuh optimisme.

Selain meninjau proses ekspor, Mentri Pertanian RI juga berdialog langsung dengan tokoh masyarakat, petani, dan organisasi kepemudaan (OKP). Ia menekankan pentingnya kerja keras, inovasi, dan semangat berproses sebagai kunci kemajuan sektor pertanian.

Usai dialog, Mentan serta rombongan meninggalkan Halmahera Utara menuju Bandara Sultan Baabullah Ternate setelah melaksanakan salat Ashar.

Kunjungan ini menjadi penanda kuat komitmen pemerintah pusat dalam membangun dari desa, memperkuat hilirisasi kelapa, serta mengangkat kesejahteraan petani sebagai ujung tombak ekonomi Maluku Utara dan Indonesia Timur. (Chen)

 

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Potretone.com, Sanana,- Angin laut di Pelabuhan Sanana siang itu berembus pelan, seolah ikut membawa kenangan-kenangan lama yang hampir terlupakan. Di antara langkah kaki para penumpang yang turun dari kapal KM. Permata Obi pada 28 April 2026, ada sekelompok orang tua yang berjalan perlahan bukan semata karena usia, tetapi karena mereka sedang memikul sesuatu yang tidak sisa-sisa budaya yang kian menipis dimakan zaman.