Potretone.com, Haltim (Malut) – Perekrutan peserta Panwaslu Kecamatan persiapan Pemilihan Kepala Derah (Pilkada) tahun 2024 oleh Bawaslu Halmahera Timur di anggap cacat administrasi dalam model seleksi.
Hal itu di sampaikan Sekertaris Cabang GMNI Ternate, Vallen Totomo yang menganggap seleksi Panwaslu Kecamatan di Halmahera Timur tumpang tindih akibat cacat administrasi.
“Bawaslu Haltim kecolongan besar-besaran akibat meloloskan sejumlah peserta yang pernah menjadi saksi partai di pleno tingkat PPK pemilu 2024 kemarin,” ujar Vallen kepada media, jumat (24/5/24).
Publik berhak memastikan integritas dan independensi penyelengara di setiap tingkatan demi kualitas demokrasi yang kita jaga selama ini.
“Tolak ukur kualitas demokrasi di mulai dari penyelenggara Pemilu untuk itu kami berharap Bawaslu Halmahera Timur jangan ambil resiko apalagi kita menghadapi Pilkada serentak di dua tingkatan” ucapnya.
Vallen menambahkan, Suratman Kadir selaku Ketua Bawaslu Haltim harus koperatif jangan terkesan peserta Panwaslu Kecamatan ini ada aroma tidak sedap seolah ada titipan dalam proses seleksi.
“Kalau hal ini kalau tidak di serius maka kita akan tempuh mekanisme etik di DKPP, apalagi menyangkut Peserta Panwaslu pernah menjadi Saksi Parpol Pleno PPK Pemilu 2024 itu pukulan telak bagi kita semua jika ini di biarkan”
Suatu fenomena luar biasa yang dalam lembaga yang di pimpin Rahmat Bagja akibat bawahannya kecolongan.
“Kita berharap Bawaslu Provinsi melakukan evaluasi kepada tiga pimpinan Bawaslu Halmahera timur,” tutpnya. (**)










