Halut, Potretone.com,- Suasana penuh sukacita dan kebersamaan tampak menyelimuti kawasan indah Pantai Tanjung Pilawang, Tobelo, Halmahera Utara, saat berlangsungnya peresmian Gedung Kantor Majelis Daerah Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Provinsi Maluku Utara, pada senin (3/11/25) kemarin.
Acara peresmian yang berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Pdt. E. J. Papilaya, Ketua Umum Majelis Pusat GPdI Pdt. Dr. Joni Weol, M.Th., serta Biro Hukum GPdI Okto Sabahang, S.H. dan teristimewa Wakil Bupati Pulau Morotai, Rio Kristian Pawane,.
Pemerintah Daerah Halmahera Utara yang diwakili oleh Sekretariat Daerah Pdt. E. J. Papilaya, dalam sambutannya menyampaikan salam hangat dari Pemerintah Daerah sekaligus apresiasi tinggi atas semangat dan dedikasi GPdI dalam membangun pusat pelayanan yang representatif di wilayah Maluku Utara.
“Pemerintah menyambut baik hadirnya gedung kantor ini sebagai wujud nyata kontribusi gereja dalam pembangunan daerah. Semoga GPdI terus menjadi mitra aktif pemerintah dalam membangun masyarakat yang beriman, rukun, dan penuh kasih,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara gereja dan pemerintah dalam memperkuat kehidupan beragama yang harmonis serta menumbuhkan semangat gotong royong demi kemajuan bersama.
Sementara itu, Ketua Umum Majelis Pusat GPdI, Pdt. Dr. Joni Weol, M.Th., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terwujudnya gedung kantor baru ini.
Menurutnya, gedung ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol iman, kerja keras, dan kebersamaan para hamba Tuhan di seluruh Maluku Utara.
“Kantor ini akan menjadi pusat koordinasi dan pelayanan, tempat bermusyawarah dan membangun sinergi antarwilayah. Kami berharap, melalui fasilitas ini, pelayanan GPdI semakin efektif, dan kerja sama dengan pemerintah serta aparat keamanan terus terjalin dengan baik,” ungkapnya penuh harap.
Dalam kesempatan yang sama, memberikan motivasi rohani kepada seluruh pelayan Tuhan agar tetap setia dalam pelayanan dan menjaga kesatuan tubuh Kristus.
“Di dalam persatuan ada kekuatan. Mari kita terus melayani dengan hati yang tulus, karena pelayanan yang bersumber dari kasih akan membawa berkat bagi banyak orang,”pesannya dengan penuh semangat.
Ketua Majelis Daerah GPdI Provinsi Maluku Utara, Pdt. Heri Mangadil, M.Th., M.Pd., menyampaikanapresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada:
1. Ketua Umum Majelis Pusat GPdI, Pdt. Dr. Joni Weol, M.Th., atas dukungan dan arahan rohaninya,
2. Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara dan seluruh jajaran, atas perhatian dan kerja samanya,
3. Para hamba Tuhan se-Maluku Utara, atas semangat pelayanan dan gotong royong yang luar biasa, serta
4. Seluruh jemaat Tuhan, yang dengan setia berdoa, memberi, dan mendukung setiap proses pembangunan.
Dalam kesempatan itu, Pdt. Heri, menegaskan bahwa tanah seluas satu hektar di kawasan Pantai Tanjung Pilawang, tempat berdirinya gedung kantor ini, telah dihibahkan secara resmi untuk kepentingan gereja.
Ia menekankan bahwa tanah tersebut tidak boleh diperjualbelikan atau dialihkan untuk kepentingan lain, melainkan akan digunakan sepenuhnya bagi pelayanan, pembinaan rohani, dan kemuliaan nama Tuhan.
Beliau juga menginformasikan dengan penuh sukacita bahwa saat ini GPdI Provinsi Maluku Utara telah memiliki lebih dari 200 sidang jemaat aktif dan sekitar 250 pelayan Tuhan yang tersebar di berbagai kabupaten/kota, serta dua Sekolah Alkitab yang terus berperan dalam membina dan mencetak calon-calon hamba Tuhan yang siap melayani di ladang Tuhan.
Selain itu, dalam sambutan penutup, Pdt. Heri menyerukan ungkapan iman dan sukacita bersama: “Haleluyaa” yang disambut dengan seruan serentak dan penuh semangat oleh seluruh jemaat: “Haleluyaa”
Acara peresmian turut dimeriahkan dengan doa bersama, ibadah singkat, dan puji-pujian yang menggema di tepi pantai, menambah suasana haru dan sukacita iman.
Dengan berdirinya Gedung Kantor Majelis Daerah GPdI Maluku Utara ini, diharapkan pelayanan rohani dan sosial GPdI semakin berkembang, serta menjadi pusat inspirasi bagi gereja-gereja di seluruh Indonesia Timur dalam mewujudkan pelayanan yang berdampak positif bagi masyarakat dan bangsa. (Cheni)



















