Halut, PotretOne.com,- Suasana sukacita dan rasa syukur memenuhi hati warga Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Maluku Utara. Selasa (4/11/25).
Pada momen bersejarah peresmian Gedung Kantor Majelis Daerah GPdI Maluku Utara yang berlokasi di Pantai Tanjung Pilawang, Kepala Biro Hukum GPdI, Okto Sabahang, S.H., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas pencapaian luar biasa tersebut.
Menurutnya, peresmian gedung ini bukan hanya sekadar peristiwa seremonial, melainkan sebuah tonggak penting dalam perjalanan panjang pelayanan GPdI di Maluku Utara. Sejak berdirinya Majelis Daerah GPdI Maluku Utara sekitar 23 tahun lalu, setelah mandiri dari GPdI Ambon, kini semangat pelayanan itu diteguhkan melalui hadirnya kantor yang representatif dan fungsional.
“Pembangunan gedung ini bukan hanya berdirinya fasilitas fisik, tetapi merupakan simbol kesungguhan gereja dalam membangun tata kelola pelayanan yang tertib, transparan, dan berintegritas. Ini bukti bahwa GPdI terus berkomitmen melayani dengan taat hukum, baik dalam konteks gerejawi maupun dalam ketentuan hukum negara,” ungkap Okto Sabahang.
Ia menambahkan, gedung ini diharapkan menjadi pusat koordinasi pelayanan dan berkat bagi seluruh warga GPdI di Maluku Utara, tempat di mana setiap keputusan diambil dengan kasih Kristus, semangat kebersamaan, dan tekad untuk memuliakan nama Tuhan.
Hingga kini, GPdI Maluku Utara terus menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Berdasarkan data terakhir, GPdI menjadi gereja terbesar ketiga di Maluku Utara, setelah GMIH Jalan Kemakmuran dan GMIH WKO. Tercatat 202 sidang jemaat aktif telah melayani di berbagai wilayah, dengan pos-pos pelayanan baru yang terus berkembang dari waktu ke waktu.
Lebih dari 250 pelayan Tuhan terdiri dari Pendeta, Pendeta Muda, dan Pendeta Pemula melayani dengan setia, disertai keberadaan dua Sekolah Alkitab GPdI yang menjadi wadah pembinaan rohani dan pengkaderan pelayan-pelayan Tuhan di masa depan.
Bagi Biro Hukum GPdI, berdirinya gedung baru ini merupakan tanda bahwa GPdI Maluku Utara telah menapaki babak baru dalam pelayanan dan tata kelola gereja yang semakin kuat, profesional, dan berdaya guna.
“Kiranya gedung ini menjadi sarana untuk memperkuat sinergi pelayanan, memperluas jangkauan penggembalaan, dan menjadi berkat bagi banyak jiwa. Segala pujian, hormat, dan kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus Kristus. Haleluya! Amin,” tutup Okto Sabahang dengan penuh sukacita. (Cheni)


















