banner 728x90banner 728x90
BeritaDaerahHukumMaluku UtaraNasionalOtomotifRegionalUncategorized

Kantor Desa Wailoba Kembali Dipalang Warga, Desak APH Selidiki Dugaan Pengelolaan Dana Desa

75
×

Kantor Desa Wailoba Kembali Dipalang Warga, Desak APH Selidiki Dugaan Pengelolaan Dana Desa

Sebarkan artikel ini

SANANA,- Kantor Desa Wailoba, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, kembali dipalang oleh warga pada Rabu (5/8/2026). Aksi tersebut dipicu mosi tidak percaya masyarakat terhadap Kepala Desa dan Bendahara Desa yang diduga tidak transparan dalam mengelola Dana Desa.

Pemalangan dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus desakan agar Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan menyelidiki dugaan penyimpangan yang dikeluhkan masyarakat.

banner 728x90

Selain menyoroti dugaan pengelolaan Dana Desa yang tidak transparan, warga juga menuding Kepala Desa dan Bendahara sudah hampir satu tahun tidak aktif berkantor. Akibatnya, menurut warga, pelayanan administrasi pemerintahan desa dinilai tidak berjalan maksimal.

Salah seorang warga, Sahdola Teapon, mengatakan masyarakat telah lama menunggu penyelesaian persoalan tersebut, namun hingga kini belum ada kejelasan.

“Kami meminta APH segera melakukan penyelidikan dan pemeriksaan sesuai ketentuan hukum. Jika ditemukan pelanggaran, proses secara hukum. Jangan tutup mata terhadap persoalan yang terjadi di desa kami,” kata Sahdola

Ia menegaskan, tuntutan masyarakat bukan hanya soal dugaan pengelolaan anggaran, tetapi juga menyangkut akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan desa.

Dalam aksi tersebut, sebagian warga juga meminta seluruh pihak yang memiliki pengaruh agar tidak menghambat penyelesaian persoalan di Desa Wailoba. Mereka berharap setiap pihak menghormati proses hukum dan mekanisme pemerintahan yang berlaku.

Masyarakat turut mendesak Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adeningsi Mus dapat menonaktifkan kepala desa dan bendahara desa Wailoba.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Wailoba, Bendahara Desa, maupun pihak lain yang disebut dalam aspirasi warga belum memberikan tanggapan. Wartawan masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan.

Seluruh dugaan yang disampaikan warga dalam aksi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan masih memerlukan pembuktian melalui proses penyelidikan maupun proses hukum oleh aparat yang berwenang.

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

SANANA,- Polemik pemerintahan Desa Wailoba, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, kembali mencuat ke permukaan. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kepala Bagian Pemerintahan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula, Selasa (4/8/2026), Anggota Komisi I DPRD Kepulauan Sula, Masmina Ali Umacina, melontarkan sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian.

Berita

SANANA,- Tak sekadar merayakan hari jadi partai dengan seremoni, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Kepulauan Sula memilih menunjukkan aksi nyata. Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat, para pengurus, kader, hingga masyarakat bahu-membahu membersihkan dan menimbun sejumlah titik di sekitar Desa Fatcei dan kawasan Pasar Ikan Desa Fogi, Jumat (31/7/2026).

Berita

LAMPUNG SELATAN, – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Lampung Selatan bersama Polsek Kalianda menangkap seorang anak berhadapan dengan hukum (ABH) berinisial P.G. alias D. (15), yang diduga melakukan pencurian dengan kekerasan disertai penusukan terhadap seorang perempuan di Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan.

Berita

HALBAR,- Wakil Ketua Bidang Kaderisasi DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Halmahera Barat, Ardians Garera, mengecam dugaan perusakan 95 bibit kelapa dan sejumlah barang milik seorang warga di Desa Tosoa, Kabupaten Halmahera Barat. Organisasi tersebut mendesak aparat kepolisian segera mengusut kasus tersebut secara tuntas. Jumat, (31/7/26).Â