SANANA,- Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Sula, Masmina Ali Umacina, bersama sejumlah anggota DPRD mengunjungi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kepulauan Sula yang tengah menjalani pemusatan latihan di Istana Daerah (Isda), Sabtu (1/8/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bentuk dukungan moril kepada para calon pengibar bendera yang akan bertugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.
Selain bersilaturahmi, rombongan DPRD yang terdiri dari Masmina Ali Umacina, Yana Lek, Halik Teapon, dan Ramli A. Hasan juga memberikan motivasi kepada para peserta Paskibraka. Mereka turut menyerahkan 80 paket makanan ringan sebagai bentuk perhatian kepada para peserta yang sedang mengikuti latihan intensif.
Dalam arahannya, Masmina mengingatkan para anggota Paskibraka agar menjadikan disiplin dan penghormatan kepada orang tua sebagai bekal meraih masa depan.
“Sebagai generasi muda harus tetap semangat. Kalau ingin menjadi orang hebat, kuncinya satu, jangan membantah dan jangan melawan orang tua. Berbaktilah kepada orang tua, taat kepada para pelatih, dan ikuti semua aturan yang ada,” kata Masmina.
Ia berharap seluruh materi dan nilai-nilai kedisiplinan yang diperoleh selama mengikuti pelatihan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya mendoakan kalian semua menjadi orang-orang hebat. Apa yang adik-adik dapatkan selama pelatihan ini saya harapkan bisa diterapkan di lingkungan masing-masing. Teruslah berjuang, karena tanpa perjuangan seseorang tidak akan menjadi orang hebat. Jaga kesehatan dan sukseskan tugas pengibaran Bendera Pusaka pada 17 Agustus nanti,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kepulauan Sula, Sutomo Teapon, S.STP., mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pembinaan Paskibraka tahun ini bersama Komisi I DPRD melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP).
Menurut Sutomo, sejumlah usulan perbaikan akan mulai diterapkan pada pelaksanaan Paskibraka tahun 2027.
“Saya sudah melakukan RDP bersama Komisi I DPRD. Apa yang saya sampaikan dalam rapat itu akan kami upayakan direalisasikan pada 2027. Saat saya mulai menjabat, seluruh kegiatan sudah tertuang dalam DPA sehingga belum memungkinkan dilakukan perubahan pada tahun ini,” katanya.
Ia menjelaskan, selama ini pemusatan latihan hanya berlangsung sekitar 10 hari. Para peserta datang pada pagi hari untuk mengikuti latihan, beristirahat di Istana Daerah saat waktu istirahat, kemudian kembali ke rumah masing-masing setelah kegiatan selesai.
Menurutnya, pola tersebut dinilai belum maksimal dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan kekompakan anggota Paskibraka.
Karena itu, Kesbangpol berencana mengubah sistem pembinaan mulai tahun depan dengan memperpanjang masa pemusatan latihan menjadi 30 hari atau satu bulan penuh.
“Dengan sistem itu, para anggota Paskibraka akan tinggal di tempat yang telah disiapkan pemerintah. Kami ingin memberikan fasilitas yang lebih layak, nyaman, dan aman agar proses pembinaan berjalan lebih maksimal, baik dari sisi kedisiplinan, mental, maupun kebersamaan mereka,” ujar Sutomo.
(**)



















