Potretone.com, Sanana,- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sebagai langkah antisipasi menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok menjelang Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Rapat lintas sektor tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Sula, Ir. Hi. Saleh Marasabessy, M.Si, dan dihadiri unsur Forkopimda, di antaranya Dandim 1510/Sula Letkol Inf Zulfani, S.Sos, perwakilan Polres Kepulauan Sula, BPS Kepulauan Sula, Asisten II Setda Abdi Umagapi, serta pimpinan OPD terkait.
Mengawali kegiatan, Wakil Bupati mengajak seluruh peserta rapat untuk mendoakan saudara-saudara di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh yang tengah dilanda bencana alam. Menurutnya, musibah yang terjadi di daerah lain merupakan duka bersama seluruh bangsa Indonesia.
“Sebagai satu bangsa, kita turut merasakan duka yang dialami saudara-saudara kita. Semoga mereka diberikan kekuatan dan keselamatan,” ujar Wabup.
Dalam arahannya, Wabup menyampaikan bahwa meskipun inflasi Kabupaten Kepulauan Sula masih berada pada tren relatif terkendali dibandingkan inflasi nasional, namun kewaspadaan tetap diperlukan, terutama menjelang momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berpotensi memicu kenaikan harga pangan.
“Setiap lonjakan harga bahan pokok dapat berdampak langsung pada daya beli masyarakat dan memicu keresahan. Karena itu, langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini,” tegasnya.
Wabup menjelaskan, HLM TPID menjadi momentum strategis untuk memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga di Kabupaten Kepulauan Sula.
Berdasarkan proyeksi neraca pangan tahun 2025, sejumlah komoditas strategis seperti daging ayam, telur, bawang merah, aneka cabai, dan minyak goreng berada dalam kondisi aman. Sementara stok beras, jagung, dan gula juga dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat.
Ia meminta TPID Kabupaten Kepulauan Sula untuk terus mengintensifkan operasi pasar dan inspeksi mendadak (sidak) di pasar rakyat Basanohi dan pusat-pusat pertokoan, disertai monitoring harga dan stok harian.
“Pengendalian inflasi bukan hanya soal angka, tetapi bagaimana kita melindungi kesejahteraan masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi daerah,” kata Wabup.
Menutup arahannya, Wakil Bupati berharap TPID Kepulauan Sula terus memperkuat sinergi, bersikap responsif, dan adaptif dalam menghadapi dinamika ekonomi, khususnya menjelang tahun 2026.



















