banner 728x90
BeritaDaerah

Gagal Mediasi, Warga Bara Tempuh Jalur Hukum

31
×

Gagal Mediasi, Warga Bara Tempuh Jalur Hukum

Sebarkan artikel ini

Ptretone.com, Buru,- Belum adanya penyelesaian dari pihak PT SAFI atas dugaan penyerobotan lahan milik warga Desa Bara terus memicu keresahan masyarakat. Aksi protes yang dilakukan beberapa hari lalu tidak membuahkan hasil, sehingga warga berencana menggelar aksi lanjutan pada Senin, 7 Oktober 2025.

Salah satu perwakilan massa aksi, Rijal Tuhulola, menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap PT SAFI yang dinilai abai terhadap tuntutan masyarakat.

banner 728x90

“Kami sudah menunggu selama beberapa hari, namun belum ada juga penyelesaian. Ada apa sebenarnya?” ujar Rijal dalam keterangannya. Sabtu, (4/10/25).

Ia menambahkan bahwa perusahaan terkesan mengabaikan keluhan warga, bahkan aktivitas perusahaan tetap berjalan seperti biasa di atas lahan yang disengketakan, tanpa ada kejelasan hukum maupun komunikasi lanjutan.

Masyarakat menilai bahwa tindakan PT SAFI yang menggusur tanaman warga tanpa adanya koordinasi dan sosialisasi terlebih dahulu merupakan bentuk pelanggaran hukum yang serius.

“Kami (masyarakat) akan melaporkan secara resmi ke Polres Kabupaten Buru dan Kejaksaan Negeri Buru. Kami butuh kejelasan hukum atas tindakan perusahaan yang menggusur tanaman warga tanpa pemberitahuan,” tegas Rijal.

Warga berharap, laporan ini dapat mendorong pihak penegak hukum untuk segera turun tangan menyelesaikan persoalan yang sudah berlarut-larut ini, agar keadilan bagi masyarakat Desa Bara bisa ditegakkan. (MS)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Sanana,- Aksi demonstrasi yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Kabupaten Kepulauan Sula untuk menyoroti dugaan kasus-kasus korupsi di daerah berakhir ricuh. Ketua IMM Kepulauan Sula, Prabowo Sibela, mengaku menjadi korban dugaan pemukulan oleh seorang oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat menyampaikan aspirasi di depan Istana Daerah, Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Minggu (31/5/2026).

Berita

Potretone.com, Sanana,- Sikap diam Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Sula terkait dugaan pelanggaran ketenagakerjaan di PT Mangoli Timber Produsen (MTP) mulai memantik kritik keras. Lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan di bidang tenaga kerja itu dinilai belum menunjukkan keberanian politik untuk membela ribuan pekerja lokal yang diduga kehilangan hak-hak normatifnya.