Ptretone.com, Buru,- Belum adanya penyelesaian dari pihak PT SAFI atas dugaan penyerobotan lahan milik warga Desa Bara terus memicu keresahan masyarakat. Aksi protes yang dilakukan beberapa hari lalu tidak membuahkan hasil, sehingga warga berencana menggelar aksi lanjutan pada Senin, 7 Oktober 2025.
Salah satu perwakilan massa aksi, Rijal Tuhulola, menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap PT SAFI yang dinilai abai terhadap tuntutan masyarakat.
“Kami sudah menunggu selama beberapa hari, namun belum ada juga penyelesaian. Ada apa sebenarnya?” ujar Rijal dalam keterangannya. Sabtu, (4/10/25).
Ia menambahkan bahwa perusahaan terkesan mengabaikan keluhan warga, bahkan aktivitas perusahaan tetap berjalan seperti biasa di atas lahan yang disengketakan, tanpa ada kejelasan hukum maupun komunikasi lanjutan.
Masyarakat menilai bahwa tindakan PT SAFI yang menggusur tanaman warga tanpa adanya koordinasi dan sosialisasi terlebih dahulu merupakan bentuk pelanggaran hukum yang serius.
“Kami (masyarakat) akan melaporkan secara resmi ke Polres Kabupaten Buru dan Kejaksaan Negeri Buru. Kami butuh kejelasan hukum atas tindakan perusahaan yang menggusur tanaman warga tanpa pemberitahuan,” tegas Rijal.
Warga berharap, laporan ini dapat mendorong pihak penegak hukum untuk segera turun tangan menyelesaikan persoalan yang sudah berlarut-larut ini, agar keadilan bagi masyarakat Desa Bara bisa ditegakkan. (MS)



















