Potretone.com, Halbar,- Menyambut Hari Raya Paskah, jemaat dan majelis Gereja Betania Totala Jaya menunjukkan semangat kebersamaan dan pengharapan melalui aksi kerja bakti membersihkan gedung gereja dari sisa material banjir dan longsor yang melanda beberapa waktu lalu.
Sejak 25 Februari 2026 hingga hari ini, 27 Februari 2026, puluhan jemaat dari berbagai kelompok usia tampak bahu-membahu membersihkan lumpur dan material lain yang masih tersisa di dalam maupun sekitar gedung gereja.
Dengan peralatan seadanya, mereka menyapu, mengangkut lumpur, mencuci dinding, serta merapikan kembali ruangan ibadah yang sempat terdampak cukup parah akibat bencana.
Suasana penuh kekeluargaan begitu terasa. Tawa dan canda sesekali terdengar di sela-sela kerja keras, seolah menjadi penawar lelah sekaligus peneguh semangat. Bagi jemaat, kegiatan ini bukan hanya soal membersihkan bangunan, tetapi juga tentang merawat harapan yang sempat teruji.
Wakil Pimpinan Jemaat, Solfia Lenge, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar kerja bakti fisik.
“Paskah adalah momentum kebangkitan. Apa yang kami lakukan hari ini adalah simbol bahwa kami tidak tinggal diam dalam keterpurukan. Kami bangkit, kami bersihkan, dan kami siapkan hati untuk merayakan kemenangan Kristus,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa semangat gotong royong yang ditunjukkan jemaat menjadi bukti bahwa bencana tidak mematahkan harapan. Justru di tengah keterbatasan, warga gereja memperlihatkan kekuatan solidaritas dan iman yang semakin kokoh.
Perayaan Paskah tahun ini pun diharapkan menjadi momen yang lebih bermakna bagi Jemaat Betania Totala Jaya. Dari lumpur dan puing sisa bencana, mereka menata kembali rumah ibadah sebagai simbol bahwa terang kebangkitan selalu lebih kuat daripada gelapnya cobaan.
Dengan hati yang dipulihkan dan gereja yang kembali dibersihkan, jemaat bersiap menyambut Paskah bukan hanya sebagai tradisi tahunan, melainkan sebagai perayaan iman atas kemenangan harapan di tengah ujian.
(Aji)



















