banner 728x90
Uncategorized

Alihkan Dukungan Ke FAM-SAH, Tarsan Buabes Bilang Itu Bafoya

146
×

Alihkan Dukungan Ke FAM-SAH, Tarsan Buabes Bilang Itu Bafoya

Sebarkan artikel ini

PotretOne.com, Sanana (Malut) –Tarsan Buabes, baru baru ini sempat viral di media sosial terkait dengan  Alihkan dukungan ke pasangan calon Hj. Fifian Adeningsi Mus dan H. Saleh Marasabesy di Pilkada 2024.

Pantauan media PotretOne.com, Jumat (4/10/24) Kemarin, saat pasangan HT-Manis blusukan di desa Fukweu Kecamatan Sanana Utara, Darsan terlihat masih setia dengan kaos HT-Manis berdiri tegak bagai tiang pal tidak sedikitpun bergeming dukungan selain ke Hendrata Thes dan M. Nasir Sangaji.

banner 728x90

Tarsan Buabes yang biasa disapa akrabnya Darsan, kepada media PotretOne.com, mengaku tidak mendukung pasangan Hj. Fifian Adeningsi Mus dan H. Saleh Marasabesy.

“Saya ini orang HT Mati, mana mungkin saya mau dukung pasangan nomor urut dua,”ujar Darsan kepada media.

Kehadirannya pada kampanye pasangan calon nomor urut dua, Kata Darsan untuk mempertanyakan sejumlah persoalan di desa Fukweu terutama masaala pembangunan masjid yang belum di selesaikan di masa perintahan FAM SAH.

“Kehadiran saya di kampanye FAM-SAH untuk menyuarakan Aspirasi, Kenapa di pemerintahannya tidak ada anggaran untuk pembangunan masjid di Desa Fukweu,”ucapnya. (RA)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Sanana,- Aksi demonstrasi yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Kabupaten Kepulauan Sula untuk menyoroti dugaan kasus-kasus korupsi di daerah berakhir ricuh. Ketua IMM Kepulauan Sula, Prabowo Sibela, mengaku menjadi korban dugaan pemukulan oleh seorang oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat menyampaikan aspirasi di depan Istana Daerah, Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Minggu (31/5/2026).

Berita

Potretone.com, Sanana,- Sikap diam Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Sula terkait dugaan pelanggaran ketenagakerjaan di PT Mangoli Timber Produsen (MTP) mulai memantik kritik keras. Lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan di bidang tenaga kerja itu dinilai belum menunjukkan keberanian politik untuk membela ribuan pekerja lokal yang diduga kehilangan hak-hak normatifnya.