banner 728x90
BeritaDaerah

Langkah Cepat Pemda Buru Atasi Konflik Lahan Desa Bara dan PT Safi

89
×

Langkah Cepat Pemda Buru Atasi Konflik Lahan Desa Bara dan PT Safi

Sebarkan artikel ini

Buru, PotretOne.com,- Pemerintah Daerah Kabupaten Buru bergerak cepat menanggapi konflik lahan yang terjadi antara masyarakat Desa Bara, Kecamatan Air Buaya, dengan pihak perusahaan PT Safi. Kunjungan kerja tersebut dilaksanakan pada Rabu (5/11) di Desa Bara, sebagai bentuk komitmen Pemda dalam menyelesaikan sengketa yang telah meresahkan warga.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dari Pemerintah Kabupaten Buru, antara lain Asisten I, Asisten II, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perhubungan, Dinas Koperindag, Dinas BPMD, Dinas Pariwisata, serta Dinas Pemuda dan Olahraga.

banner 728x90

Kunjungan tersebut dilakukan atas instruksi langsung Bupati Buru, Ikram Umasugi, SE, yang memerintahkan seluruh OPD terkait untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan penyerobotan lahan oleh PT Safi.

Salah satu warga Desa Bara yang menjadi korban, berinisial A, menyampaikan bahwa masyarakat berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kerugian yang dialami warga akibat aktivitas perusahaan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Asisten I Setda Buru menegaskan bahwa pemerintah daerah akan menindaklanjuti laporan masyarakat dan menetapkan langkah-langkah penyelesaian sebagai berikut:

1. Penyelesaian batas wilayah antara Desa Bara dan Desa Tanjung Karang.

2. Penindaklanjutan pembayaran ganti rugi atas tanaman masyarakat yang telah digusur.

3. Evaluasi izin operasional perusahaan yang beraktivitas di Desa Bara.

Kehadiran rombongan Pemda Buru disambut positif oleh masyarakat. Warga memberikan apresiasi atas keseriusan pemerintah dalam merespons keluhan mereka.

Sementara itu, Camat Air Buaya, Usri Diwilash, secara tegas menyatakan keberatannya terhadap aktivitas PT Safi di wilayahnya.

“Masyarakat Desa Bara merasa tidak dihargai atas penyerobotan lahan yang dilakukan oleh PT Safi. Saya menolak keberadaan perusahaan tersebut di wilayah kerja saya dan tidak akan bekerja sama dengan pihak yang bersifat oligarki,” tegas Usri.

Masyarakat Desa Bara pun berharap Bupati Ikram Umasugi, SE dapat mengambil langkah tegas untuk menghentikan operasional PT Safi di wilayah Kecamatan Air Buaya. Mereka menilai keberadaan perusahaan tersebut telah menimbulkan keresahan dan merugikan masyarakat setempat. (MS)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Sanana,- Aksi demonstrasi yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Kabupaten Kepulauan Sula untuk menyoroti dugaan kasus-kasus korupsi di daerah berakhir ricuh. Ketua IMM Kepulauan Sula, Prabowo Sibela, mengaku menjadi korban dugaan pemukulan oleh seorang oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat menyampaikan aspirasi di depan Istana Daerah, Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Minggu (31/5/2026).

Berita

Potretone.com, Sanana,- Sikap diam Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Sula terkait dugaan pelanggaran ketenagakerjaan di PT Mangoli Timber Produsen (MTP) mulai memantik kritik keras. Lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan di bidang tenaga kerja itu dinilai belum menunjukkan keberanian politik untuk membela ribuan pekerja lokal yang diduga kehilangan hak-hak normatifnya.