Potretone.com, Halsel – Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Maluku Utara mendesak Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Selatan untuk segera mengusut tuntas dan menangkap seorang pria berinisial Carlos, yang diduga sebagai otak di balik maraknya peredaran rokok ilegal di hampir seluruh kecamatan di wilayah tersebut.
Desakan ini disampaikan SEMMI Malut menyusul semakin terbukanya peredaran rokok ilegal di Halsel yang dinilai dibiarkan begitu saja oleh aparat penegak hukum.
Ketua SEMMI Malut, Sarjan Hi Rifai, menegaskan bahwa pembiaran terhadap aktivitas ilegal tersebut sama saja dengan membiarkan kerugian negara terus terjadi dan menghancurkan pasar rokok resmi yang tunduk pada aturan.
“Negara kehilangan potensi pendapatan dari cukai, sementara masyarakat dibiasakan dengan produk-produk tanpa izin edar resmi. Ini jelas mencederai keadilan dan merusak sistem,”tegas Sarjan dalam keterangan resminya, Minggu (31/8/2025).
Menurut SEMMI, rokok ilegal yang masuk ke Halsel, seperti merek Martil dan Omni, diduga kuat tidak memiliki pita cukai dan dikendalikan oleh jaringan distribusi yang terorganisir. Carlos disebut-sebut sebagai aktor sentral yang mengendalikan pasokan rokok tersebut ke kios-kios hingga ke pelosok desa di Halsel.
SEMMI Malut menyebut laporan dari masyarakat terkait aktivitas Carlos sudah sering disampaikan, namun hingga kini belum terlihat adanya tindakan tegas dari Polres Halsel.
“Kami tidak ingin aparat penegak hukum hanya mengejar penjual eceran di kios-kios, sementara otak utamanya dibiarkan bebas berkeliaran,” lanjut Sarjan.
Lebih jauh, SEMMI Malut menduga ada oknum atau kelompok tertentu yang sengaja melindungi jaringan peredaran rokok ilegal ini, dengan dalih kepentingan ekonomi kelompok. Mereka memperingatkan agar hukum tidak hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas.
SEMMI juga menekankan bahwa keberadaan rokok ilegal bukan hanya merugikan secara ekonomi, tetapi bisa memicu kerawanan sosial serta membuka ruang bagi tindak pidana lain.
“Kalau aparat lamban, jangan salahkan publik jika mulai berpikir ada pembiaran yang disengaja. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas,”ujar Sarjan.
Sebagai bentuk komitmen, SEMMI Malut menyatakan siap melakukan aksi demonstrasi besar-besaran di Mapolres Halsel hingga Polda Malut jika aparat dinilai tidak menunjukkan keseriusan dalam menangani kasus ini.
Saat ini, publik menanti langkah konkret dari Polres Halsel. Jika benar Carlos adalah dalang peredaran rokok ilegal, maka penangkapannya akan menjadi ujian sekaligus bukti nyata keseriusan aparat dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu. (**)



















