banner 728x90
banner 728x90
UncategorizedBeritaDaerah

Hari Pertama Pendaftara, HT MANIS Tercatat Sebagai Kandidat Pertama Yang Mendaftar Di KPUD

30
×

Hari Pertama Pendaftara, HT MANIS Tercatat Sebagai Kandidat Pertama Yang Mendaftar Di KPUD

Sebarkan artikel ini

Potretone.com, Sanana (Malut) – Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kepulauan Sula, Hendrata Thes dan M. Nasir Sangaji resmi mendaftar di Kantor KPUD Kepulauan Sula, Selasa (27/8/24).

Tercatat bahwa pasangan HT MANIS adalah kandidat pertama yang mendaftar di kantor KPUD Kepulauan Sula di hari pertama pendaftaran Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kepulauan Sula pada Pilkada 27 November 2024.

banner 728x90

Kemudian proses pendaftaran pasangan calon HT MANIS melalu proses verifikasi administrasi dan dinyatakan lengkap, KPUD menyatakan mereka telah terdaftar sebagai calon bupati dan calon wakil bupati kepulauan sula.

Sementara itu, Partai Pungusung maupun partai pendukung pasangan HT-MANIS adalah Partai Demokrat, Partai Buru, Partai Amat Nasiosn atau PAN, Partai Nasdem, PSI, Perindo dan PKN. Anehnya, PKN milik Anas Urbaningrum itu ketuanya di Kepulauan Sula tidak hadir.

Foto : Penjemputan HT MANIS Dari Pelabuhan Menuju Kediaman Calon Bupati Kepulauan Sula, Hendrata Thes di Desa Fagudu

Kemudian, sebelumnya Hendrata Thes dan M. Nasir Sangaji atau disebut HT-MANIS, sekitar pukul 08.30 (pagi) WIT, tiba di pelabuhan Sanana di sambut ribuan pendukung dan simpatisan dari berbagai desa di kepulauan sula, mereka berjalan kaki menuju kediaman Hendrata Thes di desa fagudu.

Usai penjemputan, simpatisan dan pendukung HT-MANIS mereka mendampingi pasalon tersebut menuju ke Kontor KPUD Kepulauan Sula untuk mendaftar Paslon tersebut. (Red)

 

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Potretone.com, Sanana,- Angin laut di Pelabuhan Sanana siang itu berembus pelan, seolah ikut membawa kenangan-kenangan lama yang hampir terlupakan. Di antara langkah kaki para penumpang yang turun dari kapal KM. Permata Obi pada 28 April 2026, ada sekelompok orang tua yang berjalan perlahan bukan semata karena usia, tetapi karena mereka sedang memikul sesuatu yang tidak sisa-sisa budaya yang kian menipis dimakan zaman.