banner 728x90
banner 728x90
BeritaDaerahMaluku UtaraNasionalOtomotifRegionalUncategorized

Wagub Halut Hadiri Natal GPdI di Lelife, Gereja Didorong Jadi Pembawa Damai

9
×

Wagub Halut Hadiri Natal GPdI di Lelife, Gereja Didorong Jadi Pembawa Damai

Sebarkan artikel ini

Potretone com, Halut,- Desa Sawai, Kecamatan Weda Tengah, menjadi pusat perhatian ketika ratusan umat, pelayan Tuhan, serta tamu dari berbagai kabupaten/kota memenuhi Gedung Ibadah GPdI Ekklesia Lelilef dalam Ibadah dan Perayaan Natal Majelis Daerah (MD) GPdI Maluku Utara. Jumat, (12/12/2025).

Dengan mengusung tema nasional “Dialah Damai Sejahtera Kita yang Mempersatukan” perayaan berlangsung khidmat dan meriah, memancarkan pesan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Maluku Utara.

banner 728x90

Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Tampak hadir Wakil Gubernur Maluku Utara Sharbin Sehe mewakili Gubernur, Staf Ahli Bupati Halmahera Tengah, Camat Weda Tengah, serta para kepala desa Lelilef Sawai dan Lelilef Wayebulen.

Utusan jemaat dan majelis dari delapan kabupaten/kota se-Maluku Utara, yakni Obi, Halsel, Gane Timur, Halut, Halbar, Morotai, Haltim, dan Halteng turut memeriahkan suasana.

Hadir pula tamu dari Manado dan Batang Dua, menandai eratnya hubungan pelayanan GPdI lintas wilayah.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sharbin Sehe menekankan bahwa Natal merupakan perayaan universal yang sarat nilai kasih dan persaudaraan.

“Perayaan Natal memberi ruang bagi semua untuk belajar tentang cinta kasih dan pengampunan,” ujarnya.

Mewakili Majelis Pusat GPdI, Pdt. Jhon Kom Poli, M.Th, menyampaikan pesan rohani yang memperteguh iman jemaat. Ia menegaskan pentingnya gereja menjadi pembawa damai di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

“Damai dari Tuhan bukan hanya untuk umat Kristen, tetapi bagi seluruh dunia,” tegasnya.

Ketua MD GPdI Maluku Utara, Pdt. Heri Mangadil, M.Pd., M.Th., dalam kesempatan tersebut menegaskan makna Natal sebagai momentum memperkuat pelayanan dan persatuan gereja di seluruh Maluku Utara.

“Natal adalah saat bagi kita untuk meneguhkan kembali komitmen pelayanan. Di tengah tantangan zaman, gereja harus tetap menjadi tempat damai, tempat semua orang diterima, dan tempat kasih Kristus dinyatakan,” ungkapnya.

Beliau juga menyampaikan apresiasi atas solidaritas jemaat, pemerintah, dan masyarakat setempat yang bersinergi menyukseskan perayaan ini.

“Kehadiran pemerintah dan jemaat dari berbagai wilayah menunjukkan bahwa iman mampu mempersatukan kita. Inilah wujud nyata dari tema Natal tahun ini,” tambahnya.

Perayaan ini juga diwarnai aksi sosial berupa penyerahan bingkisan kasih kepada para janda dan gembala sidang, diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur, Staf Ahli Bupati, dan Camat Weda Tengah.

Momen tersebut disambut hangat karena mencerminkan kepedulian kepada mereka yang setia melayani dan membutuhkan perhatian.

Acara ditutup dengan pujian, doa, dan sukacita bersama seluruh jemaat. Ibadah dan Perayaan Natal GPdI Maluku Utara ini membuktikan bahwa kebersamaan antara gereja, pemerintah, dan masyarakat terus terjalin kuat demi mewujudkan damai sejahtera.

Melalui tema “Dialah Damai Sejahtera Kita yang Mempersatukan”, jemaat diajak memasuki tahun yang baru dengan semangat pelayanan, pengharapan, dan persaudaraan yang semakin kokoh.

Selamat Natal 2025 dan Selamat Tahun Baru 2026. Kiranya damai Kristus selalu menyertai masyarakat Maluku Utara.

 

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *