banner 728x90
banner 728x90
Berita

Tolak Eksekusi Lahan, Formula Gelar Aksi di PN Medan

28
×

Tolak Eksekusi Lahan, Formula Gelar Aksi di PN Medan

Sebarkan artikel ini

Potretone.com Medan – Tolak eksekusi lahan puluhan warga yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Masyarakat Lingkungan Jalan Aluminium (FORMULA) menggelar aksi damai di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (20/6/2025).

Puluhan warga yang didominasi ibu ibu tersebut mendatangi PN Medan menggunakan sejumlah kendaraan roda empat serta membawah Foster.

banner 728x90

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan penolakan eksekusi terhadap pemukiman warga. Lantaran, pada bulan Januari 2025 hasil pertemuan ahli waris dengan masyarakat dan muspika Kecamatan Medan Deli menyepakati hanya pergudangan yang dilakukan eksekusi sedangkan pemukiman masyarakat di Lingkungan 16,17 dan 20 tidak akan dilakukan Eksekusi.

Hal tersebut sesuai juga diperkuat surat pernyataan yang dibuat oleh Ahli Waris.

Humas Pengadilan Negeri Medan Abdul Hadi,SH dan Soniadi,SH dihadapan masyarakat menyampaikan bahwa Pengadilan adalah institusi yang sah secara Hukum di Indonesia,pihaknya menangani perkara perdata dan Pidana, serta memutuskan suatu perkara.

Perkara yang disampaikan saat ini , semua telah sesuai proses sampai sudah ada putusan yang inkrah oleh Mahkamah Agung. Salah satu tugas Pengadilan adalah memutuskan perkara dan menjalankan untuk putusan eksekusi dan kami menjalankan perintah Undang-Undang.

Pengamatan wartawan, usai menyampaikan aspirasi dan mendengarkan pernyataan dari pernyataan pihak PN Medan, massa akhirnya membubarkan diri secara tertib dan aman.(wt)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Potretone.com, Sanana,- Angin laut di Pelabuhan Sanana siang itu berembus pelan, seolah ikut membawa kenangan-kenangan lama yang hampir terlupakan. Di antara langkah kaki para penumpang yang turun dari kapal KM. Permata Obi pada 28 April 2026, ada sekelompok orang tua yang berjalan perlahan bukan semata karena usia, tetapi karena mereka sedang memikul sesuatu yang tidak sisa-sisa budaya yang kian menipis dimakan zaman.