banner 728x90
BeritaDaerah

Siapa Cepat Dia Dapat! Material Buangan Proyek RSUD Sanana Dibagikan Gratis

290
×

Siapa Cepat Dia Dapat! Material Buangan Proyek RSUD Sanana Dibagikan Gratis

Sebarkan artikel ini

Potretone.com Sanana,- Kabar baik bagi masyarakat Kepulauan Sula, khususnya yang sedang membutuhkan material timbunan. Material buangan dari Proyek Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanana kini digratiskan kepada warga yang memerlukannya.

Penyaluran material ini dilakukan oleh PT. Hutama Karya – Pandu Persada KSO, pihak pelaksana proyek, sebagaimana disampaikan oleh Staf Produksi mereka, Ahmad Fathoni.

banner 728x90

Material yang dibagikan secara cuma-cuma ini adalah material buangan proyek yang masih layak digunakan sebagai timbunan tanah atau kebutuhan konstruksi ringan lainnya.

Material dapat diambil langsung di lokasi Proyek Pembangunan RSUD Sanana. Masyarakat dapat datang setiap hari kerja dan membawa mobil sendiri untuk pengangkutan. Excavator dari proyek akan membantu proses pemuatan ke mobil.

Menurut Ahmad, langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi sosial kepada masyarakat sekitar. Ia menegaskan bahwa tidak ada pungutan biaya sepeser pun, dan warga diminta waspada terhadap oknum yang mungkin memanfaatkan kesempatan ini untuk meminta bayaran.

Ahmad menjelaskan, bagi warga yang tidak memiliki kendaraan, perusahaan tetap siap membantu pengantaran maksimal dalam radius 1 kilometer dari lokasi proyek dan hanya satu kali pengantaran per warga, karena keterbatasan armada.

“Kami sampaikan kepada masyarakat, jika ada pihak yang meminta bayaran atas material buangan RSUD itu bukan dari kami, karena kami membantu masyarakat tanpa dipungut biaya sepeserpun,” tegas Ahmad saat ditemui di lokasi proyek pada Kamis (18/9/2025).

(Ra)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Potretone.com, Sanana,- Sikap diam Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Sula terkait dugaan pelanggaran ketenagakerjaan di PT Mangoli Timber Produsen (MTP) mulai memantik kritik keras. Lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan di bidang tenaga kerja itu dinilai belum menunjukkan keberanian politik untuk membela ribuan pekerja lokal yang diduga kehilangan hak-hak normatifnya.