banner 728x90
banner 728x90
BeritaDaerahMaluku UtaraOtomotifRegionalUncategorized

Senja Ramadhan di Tobelo: Para Pendekar Silat Turun ke Jalan, Berbagi Takjil dan Menjaga Persaudaraan

21
×

Senja Ramadhan di Tobelo: Para Pendekar Silat Turun ke Jalan, Berbagi Takjil dan Menjaga Persaudaraan

Sebarkan artikel ini

Potretone.com, Halut,- Senja Ramadhan di Kota Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Rabu (5/3/2026), menghadirkan pemandangan yang menghangatkan hati. Di tengah hiruk-pikuk kendaraan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa, sekelompok pendekar pencak silat berdiri di tepi jalan, membagikan paket takjil kepada masyarakat.

Mereka bukan sekadar pesilat yang dikenal dengan ketangguhan dan latihan keras. Di bulan suci ini, mereka hadir sebagai saudara bagi masyarakat, membawa pesan sederhana namun mendalam “berbagi dan peduli kepada sesama.”

banner 728x90

Aksi sosial tersebut digelar oleh sejumlah perguruan pencak silat yang berada di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Halmahera Utara. Kegiatan ini diprakarsai oleh PSHT Ranting Tobelo bersama MT Pakuwojo Al Barokah Tobelo dan IKSPI Banting Tobelo.

Bertempat di depan Bank BNI Tobelo, para anggota perguruan silat membagikan ratusan paket takjil kepada para pengendara, tukang ojek, hingga warga yang melintas. Senyum dan ucapan terima kasih dari masyarakat menjadi pemandangan yang mengiringi setiap paket takjil yang berpindah tangan.

Bagi sebagian orang yang sedang dalam perjalanan pulang menjelang berbuka puasa, takjil sederhana itu terasa begitu berarti. Di tengah lelahnya aktivitas seharian, kepedulian kecil tersebut menjadi pengingat bahwa Ramadhan adalah tentang berbagi dan mempererat rasa kemanusiaan.

Ketua Dewan Ranting PSHT Tobelo, Didin Prayogo, mengatakan bahwa Ramadhan selalu menjadi momentum yang tepat untuk menumbuhkan kembali nilai kebersamaan dan persaudaraan.

Menurutnya, kegiatan berbagi takjil bukan hanya bentuk kepedulian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarperguruan pencak silat yang berada di bawah naungan IPSI Halmahera Utara.

“Pencak silat bukan hanya tentang bela diri. Di dalamnya ada nilai persaudaraan, saling menghargai, dan kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan ini kami ingin menjaga kebersamaan itu tetap hidup,” ujar Didin.

Setelah kegiatan berbagi takjil selesai, para peserta kemudian berkumpul untuk melaksanakan buka puasa bersama. Suasana hangat penuh keakraban begitu terasa. Para anggota perguruan silat yang biasanya bertemu di arena latihan kini duduk berdampingan, menikmati hidangan berbuka sambil berbincang santai.

Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat tali silaturahmi dan mempererat hubungan antarorganisasi pencak silat di Halmahera Utara.

Kegiatan itu juga dihadiri oleh jajaran pengurus PSHT Ranting Tobelo, di antaranya Ketua Ranting Joko Karyanto, Wakil Ketua Ranting Andi Andika Putra, serta Sekretaris Ahmad Romadona.

Menariknya, aksi sosial ini juga mendapat perhatian dari kalangan jurnalis di Halmahera Utara. Beberapa awak media terlihat hadir dan memberikan dukungan atas kegiatan sosial yang dilakukan para perguruan silat tersebut.

Di antaranya Febyola Lilipory selaku penyiar Radio Pemda Halut, Apriceni Gagali, Arman Tjereni, serta Karol Ohoiledjaan. Bagi para jurnalis yang hadir, kegiatan ini memberikan pesan penting kepada masyarakat bahwa pencak silat tidak hanya dikenal sebagai olahraga bela diri, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter, solidaritas, serta kepedulian sosial.

Di bawah langit senja Ramadhan yang perlahan berubah menjadi malam, ratusan paket takjil telah habis dibagikan. Namun nilai yang ditinggalkan jauh lebih besar dari sekadar makanan untuk berbuka.

Ia menjadi simbol bahwa di tengah kesibukan kehidupan, semangat berbagi dan persaudaraan masih hidup dijaga oleh para pendekar yang tidak hanya kuat dalam gerakan, tetapi juga lembut dalam kepedulian.

(Cheni)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Potretone.com, Sanana,- Angin laut di Pelabuhan Sanana siang itu berembus pelan, seolah ikut membawa kenangan-kenangan lama yang hampir terlupakan. Di antara langkah kaki para penumpang yang turun dari kapal KM. Permata Obi pada 28 April 2026, ada sekelompok orang tua yang berjalan perlahan bukan semata karena usia, tetapi karena mereka sedang memikul sesuatu yang tidak sisa-sisa budaya yang kian menipis dimakan zaman.

Berita

Potretone.com, Sanana,- Suasana hangat yang selama ini menyelimuti kebersamaan Panitia Gabalil Hai Sua (GHS) 2026 mendadak berubah haru. Sebuah video yang beredar di grup internal panitia memperlihatkan kondisi salah satu anggota mereka yang kini tengah menjalani perawatan di RSUD Sanana. Senin, (27/4/2026).Â