banner 728x90
banner 728x90
BeritaDaerahNasional

Pratu Haris Pulang Untuk Selamanya: Desa Kecil Mengantar Kepulangan Pahlawan dengan Air Mata

199
×

Pratu Haris Pulang Untuk Selamanya: Desa Kecil Mengantar Kepulangan Pahlawan dengan Air Mata

Sebarkan artikel ini

Potretone.com Sanana,- Sabtu pagi itu, Desa Wai-Ipa diselimuti hening yang berbeda. Bukan karena hujan atau mendung, melainkan karena tangis yang tak mampu dibendung. Satu per satu warga datang, berdiri di tepi jalan, menyaksikan iring-iringan mobil jenazah yang membawa pulang tubuh Pratu Anumerta Haris Umaternate, putra terbaik Sula yang gugur di tanah Papua.

Haris tidak pulang seperti biasanya. Ia kembali ke tanah kelahiran bukan dengan senyum atau langkah tegap seorang prajurit. Ia kembali dalam diam, terbalut bendera merah putih, dengan luka tembak di kepala lambang keberanian dan pengabdian tanpa batas.

banner 728x90

Upacara militer dilakukan dengan penuh hormat di tengah-tengah tanah kelahirannya, dikelilingi keluarga, kerabat, dan ratusan masyarakat yang turut mengiringi kepergiannya. Tangisan pecah ketika suara derap langkah pasukan kehormatan menggema, disusul doa-doa yang lirih dari bibir warga.

Pemakaman ini dihadiri oleh Bupati Kepulauan Sula Hj. Fifian Adeningsi Mus, Sekretaris Daerah Muhlis Soamole, Kasdim 1510 Mayor Inf. Fardan mewakili Dandim Letkol Inf. Efran Tri Hernowo, serta perwakilan dari Yonif 753 Letda Inf. Rizki Prasetyo satuan tempat Haris bertugas sebelum ajal menjemputnya.

“Kami kehilangan seorang prajurit yang tidak hanya gagah, tapi juga berjiwa besar. Ia gugur dalam tugas mulia menjaga kedaulatan negara di tanah Papua. Haris adalah pahlawan bukan hanya bagi TNI, tetapi bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Mayor Fardan dengan suara parau menahan tangis.

Haris gugur dalam kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, pada Kamis siang (25/9/2025) sekitar pukul 12.00 WIT. Ia mengembuskan napas terakhirnya di garis depan, dalam tugas menjaga perbatasan negeri.

Ibunda Haris nyaris roboh saat peti diturunkan. Dengan suara lirih ia memanggil nama anaknya, menggenggam tanah yang sebentar lagi akan menyelimuti tubuh anak lelaki yang pernah ia gendong kecil, yang kini pulang dalam keheningan abadi.

“Saya relakan anak saya untuk negara ini. Tapi tolong… jangan biarkan perjuangannya sia-sia,” ucap sang ibu terbata, memeluk erat foto Haris di dadanya.

Pratu Haris dikenal sebagai anak muda yang berbakti, ramah, dan penuh semangat. Ia pergi merantau sebagai tentara bukan untuk mencari nama, tapi karena panggilan hati ingin menjaga negerinya, walau harus mengorbankan nyawanya sendiri.

Kini, tubuhnya memang telah terbaring diam di peristirahatan terakhir. Namun namanya akan terus bergema dari lorong kampung kecil di Sula, hingga ke pegunungan senyap tempat ia gugur.

Haris telah pulang. Bukan sebagai warga biasa, tapi sebagai pahlawan. Darahnya telah menyatu dengan bumi Indonesia. Dan selama Indonesia masih berdiri, nama Haris Umaternate tak akan pernah mati. (Ra)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Potretone.com, Sanana,- Rencana audiensi panitia Gabalil Hai Sua (GHS) dengan Bupati Kabupaten Kepulauan Sula dialihkan kepada Wakil Bupati, menyusul arahan langsung dari kepala daerah. Ketua Panitia GHS, H. Faruk Bahan, mengatakan pertemuan tersebut tetap berjalan dan difokuskan pada pembahasan teknis pelaksanaan kegiatan.

banner 728x90