banner 728x90
BeritaDaerahMaluku UtaraNasionalOtomotifRegionalUncategorized

Perempuan Tionghoa Tebus Niat 40 Tahun Lalu, Ikuti Gabalil Hai Sua 2026

354
×

Perempuan Tionghoa Tebus Niat 40 Tahun Lalu, Ikuti Gabalil Hai Sua 2026

Sebarkan artikel ini

Potretone.com, Sanana,- Ritual budaya Gabalil Hai Sua (GHS) 2026 bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta untuk menunaikan niat dan perjalanan batin.

Hal itu dirasakan Tan Eng Sen, seorang perempuan berdarah Tionghoa yang tergabung dalam Tim Wakdab 77. Ia akhirnya mengikuti tradisi tersebut untuk menuntaskan niat lama mengelilingi Pulau Sula yang tertunda sejak tahun 1984.

banner 728x90

Perempuan asal Sula itu mengisahkan, tradisi keliling pulau sula sudah lama menjadi kebiasaan masyarakat setempat, khususnya setelah menyelesaikan ujian sekolah.

“Dulu setelah ujian, memang sudah jadi kebiasaan orang Sula untuk berniat keliling pulau. Tapi waktu itu ayah saya meninggal, jadi saya belum sempat ikut,” ujarnya saat di wawancara wartawan, Minggu, (4/5/2026).

Ia mengatakan, saudara kandungnya telah lebih dahulu mengikuti Gabalil Hai Sua, sementara dirinya baru berkesempatan mengikuti tahun ini.

Baginya, keikutsertaan dalam ritual tersebut bukan sekadar mengikuti kegiatan budaya, melainkan juga bentuk penebusan janji pribadi yang telah lama tertunda.

“Ini karena niat. Niat dari tahun 1984 yang belum terlaksana, sekarang saya tebus. Saya ingin merasakan bagaimana hidup sebagai orang Sula,” katanya.

Selama menjalani perjalanan, ia mengaku merasakan pengalaman yang menyenangkan tanpa hambatan berarti.

“Rasanya enak, nyaman, santai, dan sangat menikmati setiap prosesnya,” tuturnya.

Ia menilai, tradisi mengelilingi Pulau Sula merupakan bagian penting dari identitas budaya yang perlu dijaga oleh masyarakat di Kepulauan Sula.

“Kalau orang lain bisa keliling Sula, apalagi saya orang Sula. Ini bagian dari budaya yang harus kita jaga,” ujarnya.

Kini, setelah berhasil menuntaskan niat tersebut, ia merasakan ketenangan batin yang mendalam.

“Saya merasa tenang karena akhirnya bisa menebus niat itu,” ucapnya.

Ia berharap, ritual Gabalil Hai Sua dapat terus dilaksanakan secara rutin agar tetap lestari dan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Kalau bisa diadakan setiap tahun supaya tidak punah dan terus berlanjut,” katanya.

(Ris)

banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Sanana,- Proyek pembangunan Gedung Kantor Pertanahan Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, senilai Rp6,19 miliar yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2023 hingga kini belum juga rampung. Proyek yang semestinya menjadi fasilitas pelayanan publik itu justru terhenti dan diduga mangkrak setelah pekerjaan fisik tidak dilanjutkan pada 2024.

banner 728x90