banner 728x90
BeritaDaerahMaluku UtaraNasionalUncategorized

Pahlawan Bumi Hibualamo Berpulang, Warisan Pengabdian Ir. Hein Namotemo Tetap Menyala

350
×

Pahlawan Bumi Hibualamo Berpulang, Warisan Pengabdian Ir. Hein Namotemo Tetap Menyala

Sebarkan artikel ini

Potretone.com, Halut,- Tanah Hibualamo berduka. Angin yang berhembus di antara pohon-pohon Tobelo hari ini seakan membawa kabar yang menggetarkan hati masyarakat: Ir. Hein Namotemo, tokoh pembangunan dan putra terbaik Halmahera Utara, telah kembali kepada Sang Pencipta. Senin, (8/12/2025).

Di tanah yang begitu Ia cintai, nama Hein Namotemo bertumbuh seperti cahaya pagi tenang namun menguatkan. Dua periode memimpin dengan hati, ia menorehkan pengabdian bukan untuk dikenang, tetapi untuk memperkokoh masa depan rakyat.

Tanpa banyak kata, langkahnya selalu menjadi bahasa yang dipahami masyarakat: bahasa kepedulian, keberanian, dan pembangunan.

Jalan, jembatan, fasilitas publik, dan berbagai program kerakyatan bukan sekadar agenda kerja; semuanya merupakan wujud kasihnya kepada Hibualamo, rumah yang ia peluk penuh ketulusan.

Kini, saat kabar duka menyelimuti, tanah Hibualamo menunduk hormat. Sosok pahlawan yang menguatkan fondasi pembangunan daerah itu telah pergi, namun semangatnya tidak pernah hilang.

Ia hidup dalam setiap senyum rakyat yang pernah disentuh pelayanannya, dalam setiap pijakan pembangunan yang masih berlangsung memakai jejak visi dan pemikirannya.

Masyarakat Halmahera Utara menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas kepergian figur pemersatu ini. Namun mereka juga merayakan warisan besar yang ia tinggalkan warisan keberanian, ketulusan, dan kerja nyata.

Selamat beristirahat, Ir. Hein Namotemo.
Pahlawan Bumi Hibualamo, berharga di mata Tuhan dan abadi di hati masyarakat negeri ini.
Namamu tidak hanya dikenang, tetapi dihormati sepanjang waktu.

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

POTRETONE.com, SANNANA,- Penanganan kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap TAH alias Andini di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, menuai kritik keras dari keluarga korban. Mereka mempertanyakan kinerja Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kepulauan Sula setelah perkara yang disebut telah berjalan sekitar empat bulan itu masih terkendala pemeriksaan saksi dan pengembalian SPDP oleh kejaksaan.