Potretone.com, Halut,- Sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) lintas iman di Kabupaten Halmahera Utara menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk aksi anarkis dan kekerasan, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kedamaian di tengah situasi nasional yang memanas.
Aksi ini ditandai dengan penyampaian pernyataan sikap bersama oleh perwakilan OKP lintas iman, yang berlangsung dalam sebuah audiensi resmi bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara.
Organisasi yang hadir meliputi ANSOR, Pemuda Katolik, Pemuda Muhammadiyah, NU Fatayat, dan Forum Senior GAMKI. Pernyataan sikap dibacakan oleh Sekretaris GAMKI Halmahera Utara, Yosafat Kotalaha.
Audiensi berlangsung pada Selasa (2/9/2025), sekitar pukul 09.00 WIT, bertempat di Ruang Rapat Bupati Halmahera Utara. Acara tersebut turut dihadiri oleh unsur Forkopimda dan disambut langsung oleh Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan atas situasi nasional yang tengah diwarnai gejolak, demonstrasi, serta potensi konflik horizontal. OKP lintas iman ingin memastikan bahwa Halmahera Utara tetap menjadi daerah yang damai dan harmonis di tengah keberagaman.
Dalam forum yang berlangsung selama dua jam tersebut, para tokoh muda lintas iman menyampaikan 11 poin pernyataan sikap, yang berisi seruan moral untuk menghindari kekerasan, menghentikan provokasi, serta mengedepankan dialog sebagai sarana menyampaikan aspirasi.
Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, dalam sambutannya mengapresiasi langkah para pemuda tersebut dan menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama.
“Mari kita tunjukkan bahwa Halmahera Utara adalah daerah yang cinta damai. Jangan biarkan provokasi dari luar merusak persaudaraan yang telah kita bangun. Keamanan bukan hanya tugas TNI dan Polri, tapi tanggung jawab kita semua,” tegas Bupati.
Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah untuk terbuka terhadap kritik, serta berkomitmen memberikan pelayanan yang berpihak kepada rakyat secara dialogis, bukan dengan kekerasan.
Selain itu, Pernyataan sikap ini turut ditegaskan melalui pendekatan budaya lokal, dengan mengangkat nilai-nilai budaya Hibualamo seperti O’Dora, O’Banari, O’Adili, O’Lelani, O’Tiai, O’Doomu, O’Baliara dan O’Hayangi—yang menjadi landasan hidup damai dan toleransi di Halmahera Utara.
11 Poin Pernyataan Sikap OKP Lintas Iman, sebagai berikut:
1. Menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dalam aksi demonstrasi.
2. Menyerukan penghentian segala bentuk kekerasan dan perpecahan bangsa.
3. Menghormati kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi.
4. Menolak keras aksi anarkis dan perusakan fasilitas umum.
5. Mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh hoaks.
6. Mengajak masyarakat untuk mengedepankan aksi damai dan bermartabat.
7. Mendesak aparat bertindak profesional dan tidak represif.
8. Mengingatkan pemimpin agar berpihak kepada rakyat dan tidak menyalahgunakan kekuasaan.
9. Mendesak DPR RI mengesahkan RUU Perampasan Aset.
10. Meminta evaluasi terhadap kebijakan yang merugikan rakyat.
11. Menyerukan para penyelenggara negara menjunjung moralitas dan keadilan sosial.
Salah satu tokoh OKP menutup forum dengan pesan damai: “Mari kita jaga Indonesia dan Halmahera Utara dari tindakan yang merusak persatuan. Kita adalah masyarakat yang menjunjung tinggi perdamaian, keberagaman, dan budaya lokal,”ucap salah satu tokoh Lintas Iman. (AG



















