Potretone.com, Sanana,- Kekecewaan berubah menjadi kemarahan setelah janji manis Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara ternyata hanya omong kosong. Tim drumband Bharagita SMA Negeri 1 Kepulauan Sula yang sudah berbulan-bulan dipersiapkan untuk tampil pada HUT PGRI ke-80 di Sofifi akhirnya batal diberangkatkan akibat dugaan ingkar janji dari Kadis dan panitia provinsi.
Padahal, jauh sebelum hari pelaksanaan, pihak sekolah telah mengantongi kepastian bahwa tim drumband unggulan tersebut akan tampil mewakili Kepulauan Sula. Namun semakin dekat hari acara, komunikasi dari pihak provinsi mendadak hilang. Bahkan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kepulauan Sula dikabarkan sempat diblokir oleh panitia sebuah tindakan yang memicu pertanyaan serius tentang profesionalitas penyelenggara.
Salah sala orang tua siswa dengan tegas mempertanyakan moralitas pejabat yang memberikan harapan palsu kepada anak-anak.
“Ini bukan sekadar ingkar janji ini perusakan mental. Anak-anak sudah berjuang, tapi dipermalukan oleh janji kosong seorang pejabat. Integritas Kadis benar-benar dipertanyakan,” tegasnya.
Kegagalan tampil tersebut bukan sekadar batal pentas. Itu adalah penghancuran motivasi, setelah para siswa mengorbankan waktu belajar, tenaga, bahkan kesehatan demi membawa nama daerah. Seluruh pengorbanan itu seakan tak memiliki nilai di mata pejabat yang sembrono memberi janji.
Ironisnya, keputusan pembatalan disebut hanya beralasan “tidak ada angkutan” dan “tempat tinggal tidak memadai”. Para orang tua menilai alasan ini sebagai bentuk lepas tangan dan tidak mencerminkan kesiapan panitia dalam mengelola kegiatan tingkat provinsi.
“Anak-anak tidak butuh alasan mengada-ada. Mereka butuh tanggung jawab. Ini bukan sekadar kesalahan teknis-ini kebohongan yang menghancurkan kepercayaan,” kata orang tua lainnya dengan nada marah.
Hingga kini, Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara belum memberikan keterangan klarifikasi resmi. Orang tua, guru, hingga masyarakat menuntut pertanggungjawaban penuh atas dugaan wanprestasi yang membuat nama SMAN 1 Kepsul dan Kabupaten Kepulauan Sula tercoreng.
Sementara Kepsek SMA Negeri 1 Kepulauan Sula, Saidah Daeng Hanafi, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, untuk memastikan:
1. Apakah benar pihak sekola telah menerima kepastian dari Dinas Pendidikan Provinsi Bahwa Tim Drumband akan tampil di HUT PGRI ke-80 di Sofifi?
2. Bentuk kepastian apa yang diterima ? Apakah Melali surat resmi ?
Namun, Kepsek Belum menjawab pertanyaan tersebut hingga berita ini di terbitkan.
Mereka menegaskan bahwa kasus ini adalah contoh nyata bagaimana janji pejabat dapat mematahkan semangat generasi muda dan bagaimana sebuah institusi gagal berdiri di sisi anak-anak yang seharusnya mereka lindungi. (Ra)



















