Potretone.com, Sanana – Siswa-Siswi kurang lebih sekitar dua tahun terakhir, dikabarkan tidak dapat menerima mata pelajaran di sekolah dengan maksimal. Hal ini diungkapkan salah seorang wali murid yang merasa dirugikan, karena selama anaknya pergi kesekolah tidak mendapatkan mata pelajaran dari guru kelas.
“Katong pung ana setiap pigi sekolah pulang tempo, katong selaku orang tua tanya dong bilang tong seng dapa pelajaran,”ungkap salah satu wali murid yang tidak mau namanya dipublis.
Bukan hanya itu wali murid juga merasa bingung dan belum bisa memastikan anak-anak mereka naik kelas atau tidak. kerena semenjak dua tahun ini hampir semua siswa/i SD Negeri Paratina belum dapat menerima buku laport dari pihak sekolah.
“Selama dua tahun seteng ini katong pung anak pe buku laport belum di bagikan. bagimana katong mau tau tong pung nila dan dong naik kelas atau tidak,”ungkap wali murid dengan wajah sedih.
Terpisah, Salah seorang guru SD Negeri Paratina Kec. Sulabesi Barat Kab. Kepulauan Sula, Orbo Aufat kepada media potretone.com membenarkan bahwa Siswa/i tidak dapat menerima mata pelajaran secara maksimal di kelas. Lantaran guru-guru kelas kesulitan karena tidak ada buku panduan kelas.
“Iya itu benar dan kami suda sampaikan kepada wali murid bahwa kami tidak berikan mata pelajaran secara maksimal kerena memang buku panduan kelas atau buku mata pelajaran belum ada sehingga kami kesulitan untuk memberikan mata pelajaran kepada siswa di kelas.”ujar Orbo Aufat.
Hal tersebut kata Orbo, Pada saat rapat bersama Kepala Sekola beberapa kali, suda di usulkan untuk pengadaan buku mata pelajaran mulai dari kelas satu sampai dengan kelas enam. “pada saat rapat dengan kepala sekolah, kami dengan beberapa orang guru suda mengusulkan pengadan buku kelas melalui angaran dana Bos yang ada. tapi yang kami usulkan, kepala sekola menyampaikan bahwa utang sekola terlalu banyak,”ungkap sala satu guru di d SD Negeri Paratina.
Orbo yang juga sebagai guru di SD Negeri Paratina pun merasa heran dan bertanya kepada Kepala Sekola Marna Aufat, terkait utang sekolah pada saat rapat bersama dewan guru. “Pada rapat itu saya sendiri yang menanggapi, kira-kira utang sekolah terlalu banyak itu utang apa? Namun pertanyaan tersebut tidak di jawab oleh Kepala Sekola Marna Aufat.” tanya orbo kepada Kepala Sekolahnya.
Bukan hanya itu, Orbo juga mengungkapkan bahwa Kepala Sekola SD Negeri Paratina Marna Aufat, semejak dilantik samapai saat ini jarang berkantor atau datang kesekolah.
“Dia semenjak dilantik sebagai Kepala Sekolah itu jarang datang ke sokal. Dia datang satu kali deng bulan-bulan baru dia datang satu kali, sekarang katong mau sampaikan keluhan-keluhan itu susa,”ucapnya.
Ketika dikonfermasi media ini melalui pesan Whatsapp, Senin (25/3/24), Kepala Sekolah SD Negeri Paratina Marna Aufat belum dapat memberikan tanggapan atau komentar apapun. (**)



















