banner 728x90
BeritaDaerahMaluku UtaraNasionalOtomotifRegionalUncategorized

Di Balik Tarian Penyambutan, Terselip Haru Pertemuan di Pos Jaga Sula

164
×

Di Balik Tarian Penyambutan, Terselip Haru Pertemuan di Pos Jaga Sula

Sebarkan artikel ini

Potretone.com, Sanana,- Suasana haru menyelimuti kedatangan peserta Gabalil Hai Sua dari tim Manatol Fokaaha, Desa Fuata, Kecamatan Sulabesi Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula, saat tiba di Pos Jaga Sula, Desa Fatiba, Kecamatan Sulabesi Tengah, Selasa (5/5/2026) pukul 10.40 WIT.

Mereka disambut masyarakat setempat melalui tarian tradisional cakalele dan ronggeng yang dibawakan oleh anak-anak Desa Fatiba. Di balik meriahnya iringan rabana dan suling bambu berukuran kecil, tersimpan suasana emosional yang terasa begitu dalam.

banner 728x90

Warga yang memadati area Pos Jaga Sula Desa Fatiba tampak larut dalam momen tersebut. Bukan sekadar menyaksikan pertunjukan budaya, mereka ikut merasakan hangatnya pertemuan yang sarat makna kebersamaan dan persaudaraan.

Anak-anak yang tampil dengan penuh semangat seakan menjadi simbol harapan, menghadirkan kehangatan di tengah perjalanan panjang rombongan yang datang dari desa berbeda.

Salah satu pendamping tim dari Desa Fuata, Herlina Buarlely, mengaku bangga sekaligus terharu atas sambutan tersebut. Ia menilai, apa yang ditampilkan masyarakat Desa Fatiba bukan sekadar seremoni, melainkan ungkapan tulus dari hati.

“Kami sangat bangga dengan penjemputan dari masyarakat Desa Fatiba. Tarian dan penyambutan yang ditampilkan sangat bagus dan luar biasa,” ujar Herlina dengan suara bergetar.

Ia berharap tradisi seperti ini terus dijaga, bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai pengikat rasa persaudaraan di tengah masyarakat Kepulauan Sula.

(Ris)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Potretone.com, Sanana,- Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Kepulauan Sula menuai kritik keras setelah hingga kini belum juga menyerahkan hasil temuan proyek bermasalah kepada aparat penegak hukum (APH), meski telah melakukan rapat dengar pendapat (RDP), meminta dokumen pelaksanaan anggaran (DPA), hingga turun melakukan uji petik lapangan di sejumlah proyek pemerintah daerah.

Berita

Potretone.com, Sanana,- Sikap bungkam ditunjukkan anggota Panitia Khusus (Pansus) LKPJ 2025, Tamrin S. Zaidin, saat dikonfirmasi wartawan terkait pernyataan Ketua Pansus, Julkifli Umagapi, yang menyebut kondisi internal pansus “tidak stabil” sehingga sejumlah temuan lapangan, termasuk dugaan proyek mangkrak, belum dapat direkomendasikan kepada Aparat Penegak Hukum (APH).