banner 728x90
banner 728x90
BeritaDaerahMaluku UtaraNasionalOtomotifPendidikanRegionalUncategorized

Dari Negeri Sula, Anak Bangsa Menangis Bahagia: STAI Babussalam Kembali Melahirkan Harapan

43
×

Dari Negeri Sula, Anak Bangsa Menangis Bahagia: STAI Babussalam Kembali Melahirkan Harapan

Sebarkan artikel ini

PotretOne.com Sanana,- Tangis haru pecah di ruang wisuda Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babussalam Sula, Maluku Utara. Selasa (20/1/2026) itu, bukan sekadar toga yang dikenakan, tetapi juga doa orang tua, peluh perjuangan, dan air mata yang lama tertahan. Sebanyak 77 mahasiswa akhirnya berdiri tegak sebagai sarjana, menutup perjalanan panjang yang tak selalu mudah.

Di antara mereka, ada anak nelayan, anak petani, dan pegawai kecil yang bertahun-tahun menabung harapan. 25 lulusan Jurusan Syari’ah dan 52 lulusan Jurusan Tarbiyah hari itu bukan hanya diwisuda, tetapi dibuktikan bahwa keterbatasan tak mampu mematikan mimpi.

banner 728x90

Ketua STAI Babussalam Sula, Dr. Sahrul Takim, S.Pd.I., M.Pd.I menyampaikan bahwa setiap wisuda di kampus ini selalu menyimpan cerita yang sama tentang semangat yang besar, namun sering kalah oleh keadaan.

“Banyak anak-anak kita sebenarnya ingin kuliah. Mereka pintar, mereka mau belajar. Tapi orang tuanya tidak selalu punya cukup biaya. Ada yang akhirnya memilih bekerja lebih cepat demi membantu keluarga,” ucapnya lirih.

Penurunan jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun, menurut Sahrul, bukanlah tanda menurunnya minat, melainkan potret realitas ekonomi masyarakat kepulauan sula. Sebuah kenyataan yang kerap memaksa mimpi ditunda, bahkan dikubur diam-diam.

Namun, wisuda hari itu menjadi saksi bahwa harapan belum benar-benar padam. STAI Babussalam Sula terus membuka pintu bagi mereka yang nyaris menyerah, melalui berbagai skema beasiswa mulai dari Kartu Indonesia Pintar (KIP), Beasiswa Maluku Utara Bangkit, hingga dukungan dari Baznas.

“Ketika ada bantuan, orang tua kembali berani bermimpi. Mereka percaya, anaknya bisa menjadi sarjana,” tutur Sahrul.

Kampus ini pun tak berhenti berbenah. Dengan dosen yang kompeten dan fasilitas yang terus ditingkatkan, STAI Babussalam Sula juga menghadirkan kelas pegawai memberi ruang bagi mereka yang siang bekerja, malam menyimpan mimpi, dan akhir pekan mengejar ilmu.

Di barisan wisudawan, banyak mata yang berkaca-kaca. Ada yang mengenang orang tua yang sudah tiada, ada yang teringat perjuangan membagi waktu antara kuliah dan kerja, ada pula yang menahan tangis saat menyadari bahwa hari itu, mereka berhasil melewati batas keterbatasan.

Sahrul menutup sambutannya dengan ajakan yang menyentuh: agar pendidikan tidak lagi menjadi kemewahan bagi segelintir orang.

“STAI Babussalam Sula bukan hanya kampus. Ia adalah rumah harapan. Jika kita bersama-sama menjaga dan mendukungnya, maka kita sedang menjaga masa depan anak-anak negeri ini,” pungkasnya.

Di akhir acara, toga-toga hitam bertebaran ke udara. Tangis haru berubah menjadi senyum. Dari negeri Kepulauan Sula yang sunyi, 77 cahaya kecil hari itu resmi menyala siap menerangi masa depan mereka, keluarga, dan daerahnya. (Ra)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Potretone.com, Sanana,- Kasus dugaan persetubuhan anak di bawah umur di Desa Falabisahaya Kecamatan Mangoli Utara, akhirnya masuk babak baru. Berkas kasusnya suda diserahkan polisi ke Kejaksaan Negeri Kepulauan Sula pada 13 April 2026 dan sekarang masi di periksa apakah suda lengkap (P21) atau belum. 

Berita

Potretine.com, Sanana,- Proyek pembangunan tower di Desa Buya, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula, kini disorot tajam oleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD setempat. Proyek bernilai lebih dari Rp3 miliar itu diduga kuat tidak menjalankan prinsip transparansi setelah ditemukan tidak adanya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Selasa, (14/4/2026).