PotretOne.com, Halut/Jakarta,- Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Daerah (Pemkab) Kabupaten Halmahera Utara dalam mempercepat penanganan pascabencana banjir dan tanah longsor di enam kecamatan.
Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua melakukan pertemuan dan konsultasi dengan Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Pusat, Jawansah, di Jakarta pada 29 Januari 2026.
Pertemuan tersebut merupakan langkah konkret Pemerintah Daerah dalam memastikan proses pemulihan di enam kecamatan terdampak bencana dapat berjalan optimal, terkoordinasi, dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Bupati Halut memaparkan secara langsung kondisi terkini wilayah terdampak, termasuk tingkat kerusakan infrastruktur serta kebutuhan mendesak masyarakat pascabencana.
Ia menjelaskan bahwa fokus utama penanganan pascabencana meliputi pemulihan infrastruktur strategis, seperti perbaikan jalan dan jembatan yang rusak, normalisasi sungai untuk mencegah bencana susulan, serta rekonstruksi rumah warga yang mengalami kerusakan ringan hingga berat akibat banjir dan tanah longsor.
Selain aspek fisik, Bupati Halut juga mengusulkan dukungan kebutuhan logistik dan sarana pendukung guna menunjang kelancaran rehabilitasi dan rekonstruksi. Dukungan tersebut dinilai penting agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak dapat segera pulih seperti sediakala.
“Koordinasi dengan BNPB Pusat menjadi bagian penting agar penanganan pascabencana di Halmahera Utara berjalan terarah dan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Bupati dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan itu mendapat respon positif serta dukungan dari Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Pusat, Jawansah. Ia berkomitmen dan perhatian serius BNPB terhadap penanganan bencana di Kabupaten Halmahera Utara.
BNPB Pusat, kata dia, akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemerintah Daerah Halmahera Utara dalam mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Melalui rapat koordinasi intensif antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dan BNPB Pusat, proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat di enam kecamatan terdampak.
(Cheni)


















