banner 728x90
banner 728x90
BeritaDaerahMaluku UtaraNasionalOtomotifRegionalUncategorized

Tangis Warga di Tengah Banjir Ramadhan, Masmina Ali Umacina Hadir Bawa Harapan Menjelang Idul Fitri

41
×

Tangis Warga di Tengah Banjir Ramadhan, Masmina Ali Umacina Hadir Bawa Harapan Menjelang Idul Fitri

Sebarkan artikel ini

Potretone.com, Sanana,- Bulan suci Ramadhan 1447 H yang seharusnya dipenuhi ketenangan dan harapan menyambut Hari Raya Idul Fitri, justru berubah menjadi hari-hari penuh duka bagi warga di Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara.

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari, Sabtu (14/03/2025), memicu banjir yang merendam permukiman warga di Desa Waisakai dan Desa Kobo.

banner 728x90

Air bah datang begitu cepat. Dalam hitungan menit, air bercampur lumpur mulai memasuki rumah-rumah warga. Teriakan panik terdengar di antara deru hujan yang tak kunjung reda. Anak-anak menangis, para ibu bergegas menggendong bayi mereka, sementara para ayah berusaha menyelamatkan apa saja yang masih bisa diselamatkan.

Di Desa Waisakai, sedikitnya 26 unit rumah warga mengalami kerusakan parah diterjang banjir, sementara 37 rumah lainnya dipenuhi lumpur tebal. Perabotan rumah tangga hanyut, pakaian dan perlengkapan ibadah terendam air kotor, bahkan sebagian warga kehilangan bahan makanan yang sebelumnya mereka siapkan untuk sahur dan berbuka puasa.

Beberapa ruas jalan desa juga ikut terendam sehingga aktivitas masyarakat lumpuh total. Di tengah suasana Ramadhan yang biasanya diisi dengan suara tadarus dan kebersamaan keluarga, warga kini harus bergelut dengan lumpur, membersihkan sisa-sisa banjir dari rumah mereka.

Di Desa Kobo, penderitaan warga semakin bertambah ketika hujan deras memicu tanah longsor yang menimpa satu unit rumah warga. Rumah yang sebelumnya menjadi tempat berlindung keluarga itu kini rusak dan tidak lagi layak ditempati.

Sebagian warga akhirnya memilih mengungsi ke bangunan sekolah dan rumah keluarga terdekat. Malam-malam Ramadhan yang biasanya dilalui dengan ibadah dan kebersamaan keluarga kini berubah menjadi malam penuh kecemasan. Banyak warga hanya bisa duduk terdiam, memandangi rumah mereka yang rusak sambil menahan air mata.

Di tengah kesedihan itu, kehadiran para wakil rakyat membawa sedikit harapan. Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sula dari Daerah Pemilihan IV, Masmina Ali Umacina, bersama Ketua Fraksi Demokrat Ajis Umanahu serta anggota Fraksi PAN Halik Teapon, turun langsung meninjau lokasi bencana dan menyapa warga yang terdampak.

Saat tiba di lokasi, suasana haru tak dapat terbendung. Beberapa warga bahkan menitikkan air mata ketika melihat para wakil rakyat datang menyapa mereka di tengah kondisi sulit yang sedang mereka hadapi.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga menyerahkan puluhan paket parsel berisi minuman dan kue sebagai bentuk kepedulian kepada warga yang terdampak banjir, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Dengan mata yang tampak berkaca-kaca melihat kondisi warga, Masmina Ali Umacina, Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Kepulauan Sula, menyampaikan rasa duka yang mendalam.

“Sebagai wakil rakyat, hati kami sangat tersentuh melihat kondisi masyarakat saat ini. Di bulan Ramadhan yang seharusnya penuh kebahagiaan dan persiapan menyambut Idul Fitri, justru saudara-saudara kita di sini harus menghadapi musibah yang begitu berat,” ucap Masmina dengan suara lirih.

Ia mengaku tidak kuasa menahan rasa haru ketika melihat anak-anak yang rumahnya terendam banjir serta para orang tua yang harus mengungsi demi keselamatan keluarga mereka.

“Kami datang bukan hanya membawa bantuan sederhana, tetapi juga membawa doa dan harapan agar masyarakat tetap kuat dan tabah. InsyaAllah kami akan terus mendorong pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah nyata membantu warga yang rumahnya rusak dan memperbaiki saluran air agar kejadian seperti ini tidak kembali terulang,” lanjutnya.

Sementara itu, salah satu warga terdampak, Mato Umasugi, mengenang detik-detik saat banjir datang secara tiba-tiba.

“Musibah banjir ini datang begitu cepat. Kami semua panik dan berhamburan keluar rumah. Anak-anak menangis, kami tidak tahu harus menyelamatkan apa dulu. Ada yang tetap bertahan di rumah untuk menjaga barang-barang berharga, tapi sebagian besar hanya bisa menyelamatkan diri,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Mato juga mengaku sangat terharu atas perhatian yang diberikan oleh para wakil rakyat yang datang langsung melihat kondisi masyarakat.

“Saya sangat terharu. Di tengah kesedihan kami karena banjir ini, masih ada yang datang memperhatikan kami. Terima kasih kepada Fraksi Demokrat dan Fraksi PAN yang sudah peduli dengan kami. Semoga Allah membalas semua kebaikan ini,”tuturnya sambil menahan air mata.

Kini warga hanya berharap ada bantuan dan perhatian lebih lanjut dari pemerintah daerah. Mereka ingin rumah mereka kembali berdiri, kehidupan kembali berjalan, dan Ramadhan yang tersisa bisa dijalani dengan sedikit ketenangan.

Namun bagi banyak keluarga di Desa Waisakai dan Desa Kobo, Ramadhan tahun ini akan selalu dikenang sebagai bulan yang penuh ujian bulan ketika air mata jatuh di antara lumpur banjir, tetapi juga bulan ketika harapan datang melalui kepedulian sesama.

(RA)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Potretone.com, Sanana,- Aroma dugaan korupsi mulai tercium dari Desa Waigai, Kecamatan Sulabesi Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang seharusnya menjadi hak penuh masyarakat diduga “disunat”, sementara sejumlah proyek desa bernilai ratusan juta rupiah disinyalir bermasalah, bahkan terindikasi fiktif.

banner 728x90