Potretone.com, Sanana,- Bencana alam yang melanda Desa Fokalik, Kecamatan Sanana Utara, Kabupaten Kepulauan Sula yang terjadi pada 3 Maret Lalu itu menyisakan kerusakan serius bagi warga setempat.
Pasalnya, dua unit rumah warga dilaporkan roboh total, sementara dua rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Hingga kini, kondisi tersebut memicu perhatian publik terkait respons pemerintah daerah terhadap para korban.
Kepada media, Jumat (13/3/2026) Sugiono, mantan Sekretaris PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kepulauan Sula yang juga merupakan warga Desa Fokalik, menilai penanganan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sula perlu dilakukan secara lebih cepat dan terukur agar masyarakat terdampak tidak terlalu lama menunggu kepastian bantuan.
Menurutnya, bencana yang menyebabkan rumah warga roboh bukan sekadar persoalan kerusakan bangunan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan keberlangsungan hidup keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
“Bencana yang membuat rumah warga roboh bukan cuma soal kerusakan fisik. Ini menyangkut keselamatan dan bagaimana masyarakat bisa melanjutkan hidupnya setelah kehilangan rumah,” ujar Sugiono, Kamis (12/3/2026).
Ia menegaskan, pemerintah daerah melalui BPBD harus segera turun secara serius dengan melakukan pendataan cepat dan memastikan bantuan darurat benar-benar sampai kepada warga yang terdampak.
“Kita berharap pendataan dilakukan secepatnya dan bantuan darurat segera disalurkan kepada warga yang rumahnya roboh akibat bencana,” tegasnya.
Sugiono juga menyoroti pentingnya koordinasi yang kuat antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan BPBD Kabupaten Kepulauan Sula. Ia menilai tanpa sinergi yang jelas, proses penanganan berpotensi berjalan lambat dan menambah beban masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa penanganan bencana tidak boleh berhenti pada tahap tanggap darurat semata. Pemerintah daerah, kata dia, harus memikirkan langkah pemulihan jangka panjang melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang rusak.
“Pemerintah tidak boleh berhenti hanya pada bantuan awal. Harus ada langkah rehabilitasi dan rekonstruksi agar warga yang rumahnya roboh bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak,” tandasnya.
Sugiono berharap pemerintah daerah segera mempercepat langkah penanganan agar masyarakat terdampak tidak terus berada dalam ketidakpastian, sekaligus memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh warga yang sedang tertimpa musibah.
(RA)




















