PotretOne.com, Sanana,- Puskesmas Mangoli Utara menggelar kegiatan pemberdayaan tenaga kesehatan desa, kader kesehatan, dan ibu-ibu PKK sebagai bagian dari upaya penguatan peran masyarakat dalam peningkatan status gizi, khususnya bagi ibu hamil dan bayi baduta.
Kepala Puskesmas Mangoli Utara, Tamsil Umamit, mengatakan kader kesehatan dan ibu PKK memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan sasaran program di tingkat desa.
Kedekatan tersebut, kata Tamsil, sangat membantu dalam proses pendataan dan pelaksanaan intervensi gizi.
“Sebagai pihak yang dekat dengan sasaran ibu hamil dan bayi baduta, kader diharapkan dapat membantu dalam tabulasi data sasaran status gizi serta mendukung distribusi kepada sasaran yang menerima,” ujar Tamsil pada wartawan. Kamis, (5/2/2026).
Menurut Tamsil, data yang akurat dan terintegrasi menjadi dasar penting dalam perencanaan program kesehatan, terutama dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting. Karena itu, keterlibatan kader kesehatan dan ibu PKK dinilai krusial sebagai ujung tombak di lapangan.
Ia menambahkan, penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata. Diperlukan kolaborasi lintas sektor agar upaya yang dilakukan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Penekanan angka stunting perlu dilakukan secara sinergis dan melibatkan berbagai pihak, termasuk sektor swasta atau pihak ketiga,” kata dia.
Melalui kegiatan pemberdayaan ini, Puskesmas Mangoli Utara berharap kapasitas kader kesehatan dan ibu PKK semakin meningkat, baik dalam hal pemahaman program kesehatan maupun peran aktif dalam mendukung kebijakan pemerintah di bidang kesehatan ibu dan anak.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Mangoli Utara.


















