PotretOne.com Gamlamo/ Halbar,- Tiga hari pasca banjir melanda Desa Gamlamo, Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, kondisi warga masih memprihatinkan. Puluhan rumah warga dilaporkan tidak dapat ditempati akibat genangan lumpur dan kerusakan parah pada perabot rumah tangga.
Pembersihan rumah warga hingga Kamis (8/1/2026) kemarin masih dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dengan peralatan seadanya. Beberapa personel TNI dan Polri turut membantu proses pemulihan, namun keterbatasan jumlah relawan membuat proses pembersihan berjalan lambat.

Masalah paling mendesak yang dihadapi warga saat ini adalah krisis air bersih. Hampir seluruh sumur warga tercemar lumpur pasca banjir, sehingga tidak dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, dan minum.
“Untuk masak telur saja harus dibakar karena tidak ada air. Bahkan ada warga yang belum mandi sejak banjir,” ujar salah satu Warga M. Nur Hamisi, kepada wartawan, Jumat (9/1/2026).
Akibat buruknya sanitasi dan tidak tersedianya air bersih, aktivitas warga praktis lumpuh. Warga berharap adanya bantuan mesin alkon beserta slang dan pipa untuk menyedot lumpur dari sumur-sumur warga agar dapat kembali difungsikan.
Selain krisis air bersih, warga juga mengeluhkan tidak adanya dapur umum di lokasi bencana. Seluruh perlengkapan dapur warga dilaporkan rusak dan hanyut terbawa banjir. Kondisi ini membuat warga tidak bisa memasak, meskipun terdapat bantuan logistik yang masuk ke desa.
Akibatnya, warga harus berjalan ratusan meter menuju desa tetangga untuk mengambil makanan. Bahkan, sebagian warga memilih tidak mengambil bantuan makanan karena harus bolak-balik hanya untuk mendapatkan sebungkus nasi.
“Banyak yang bertanya kenapa untuk makan saja harus pergi ke desa tetangga. Kalau tidak ada kendaraan, harus jalan kaki cukup jauh,” kata M. Nur.
Saat ini, relawan dan pemuda desa masih berkoordinasi untuk memindahkan dapur umum agar dapat dibuka langsung di Desa Gamlamo.
Meski demikian, kebutuhan mendesak masih sangat besar. Warga Desa Gamlamo membutuhkan bantuan berupa obat-obatan, pakaian wanita, selimut hangat, perlengkapan memasak, kompor, mesin alkon untuk sumur, pakaian dan perlengkapan bayi, lauk pauk layak konsumsi, air minum kemasan, serta alat pembersih seperti pompa air.
Adapun rencana aksi yang tengah disiapkan meliputi pembukaan dapur umum, pembersihan sumur warga, penyaluran logistik langsung ke Desa Gamlamo, serta pengadaan air bersih siap konsumsi.
Desa Gamlamo sendiri dihuni sekitar 213 kepala keluarga dengan jumlah penduduk sekitar 700 jiwa. Ironisnya, hingga memasuki malam ketiga pasca banjir, warga mengaku kesulitan mendapatkan air minum kemasan.
“Mencari satu dus air mineral di kampung seperti mencari emas, padahal jarak kami ke ibu kota kabupaten hanya sekitar dua jam perjalanan,” ucap M. Nur Hamisi
Warga berharap perhatian serius dari pemerintah daerah, instansi terkait, serta pihak-pihak yang peduli agar kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi dan pemulihan pasca banjir dapat berjalan optimal.




















