Potretone.com, Halut,- Sekolah Tinggi Teologi (STT) “IKAT” Maluku Utara menggelar Ibadah Natal 2025 pada Selasa malam, 16 Desember 2025, pukul 19.00 WIT, bertempat di Gereja Living Hope, Desa Lina Ino. Rabu, (17/12/2025).
Ibadah Natal berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita, dihadiri oleh Rektor, para dosen, mahasiswa, serta tamu undangan dari berbagai kalangan.
Perayaan Natal tahun ini mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, yang berlandaskan firman Tuhan dari Matius 1:21–24. Tema tersebut menegaskan bahwa Natal bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan peristiwa iman yang menghadirkan pengharapan, pemulihan, dan damai sejahtera Allah secara nyata di tengah kehidupan keluarga Kristen.
Firman Natal disampaikan oleh Eka Krisdayanti Papua, M.Si, yang dalam khotbahnya menekankan bahwa kelahiran Yesus Kristus merupakan bukti kasih Allah yang sejati dan relevan sepanjang zaman.
Ia mengajak seluruh jemaat untuk menjadikan kehadiran Kristus sebagai pusat kehidupan keluarga, serta hidup dalam ketaatan, kasih, dan tanggung jawab iman di tengah tantangan zaman.
Sementara itu, Rektor STT “IKAT” Maluku Utara, Advokat Dr. Tommy Sanfaat, S.H., S.Th., M.Th., M.Pd., CPT., C.Med., dalam sambutannya menyampaikan ucapan Selamat Natal kepada seluruh sivitas akademika dan jemaat yang hadir.
Ia mengajak keluarga besar STT “IKAT” untuk menjadikan perayaan Natal sebagai momentum pembaruan iman, penguatan karakter Kristiani, serta peneguhan komitmen pelayanan yang berdampak bagi gereja, bangsa, dan masyarakat.
“Ibadah Natal ini mengingatkan kita bahwa kehadiran Allah melalui Yesus Kristus membawa keselamatan dan damai sejahtera, yang harus diwujudkan dalam kehidupan keluarga, pendidikan, dan pelayanan,” ungkapnya.
Perayaan Natal STT “IKAT” Maluku Utara tahun 2025 ini menjadi wujud kebersamaan dan persekutuan yang hangat antarwarga kampus.
Selain itu, momen ini juga meneguhkan peran STT “IKAT” sebagai lembaga pendidikan teologi yang terus berakar pada iman, nilai kasih Kristus, serta komitmen membangun keluarga dan masyarakat yang takut akan Tuhan.



















