banner 728x90
banner 728x90
BeritaDaerahMaluku UtaraNasionalOtomotifRegionalUncategorized

Ashari Do Yasin: PDI Perjuangan Lahirkan Pemimpin dari Rahim Partai, Bukan Figur Instan

173
×

Ashari Do Yasin: PDI Perjuangan Lahirkan Pemimpin dari Rahim Partai, Bukan Figur Instan

Sebarkan artikel ini

Potretone.com, Sanana,- Usai pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI) Perjuangan Kabupaten Kepulauan Sula yang digelar di Beliga Hotel, Selasa (9/12/2025), DPD PDI Perjuangan Maluku Utara menegaskan komitmen kuat terhadap pembangunan kader dan sistem kaderisasi berjenjang.

Ketua DPD Bidang Politik dan Transformasi Hukum PDI Perjuangan Maluku Utara, Ashari Do Yasin, menekankan bahwa PDI Perjuangan memiliki garis ideologi yang tegas serta mekanisme kaderisasi yang sudah terstruktur dalam melahirkan pemimpin daerah.

banner 728x90

“Kami memiliki DNA politik yang jelas, yakni merekomendasikan figur-figur yang lahir dan tumbuh dari rahim PDI Perjuangan. Setiap momentum politik harus diisi oleh kader yang telah melalui proses pembinaan partai,” tegas Ashari di depan sejumlah wartawan.

Menurutnya, ke depan PDI Perjuangan Kepulauan Sula tidak ingin lagi diwarnai oleh hadirnya kader instan atau “kader karbitan” yang sering memicu dinamika serta problem internal di tengah berbagai kepentingan politik daerah.

“Setiap figur yang direkomendasikan harus benar-benar siap, matang, dan memiliki kapasitas terbaik,” ujarnya menambahkan.

Ashari menjelaskan bahwa PDI Perjuangan menjalankan mekanisme organisasi yang ketat mulai dari tingkat bawah. Setiap Konfercab akan menghasilkan tiga nama calon pimpinan, yang kemudian akan melewati tahapan fit and proper test serta psikotes yang digelar oleh DPP PDI Perjuangan sebelum akhirnya diterbitkan Surat Keputusan (SK).

“Mekanisme ini merupakan bentuk penegakan aturan organisasi agar struktur partai benar-benar ideal, sekaligus mendukung program kerja yang sistematis, terarah, dan terukur,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Ashari juga menyinggung dinamika politik terkait Bupati Kepulauan Sula saat ini, yang sebelumnya merupakan kader PDI Perjuangan dan telah mengikuti sekolah partai serta proses pembinaan. Namun pada perjalanan politik berikutnya, yang bersangkutan memilih jalur politik berbeda.

“Kami memandang hal tersebut sebagai bagian wajar dari kehidupan demokrasi. Itu adalah hak setiap warga negara. PDI Perjuangan tidak dalam kondisi krisis kader. Kami akan terus melahirkan dan meregenerasikan kader terbaik untuk memimpin Kepulauan Sula ke depan,” tandasnya.

Konfercab PDI Perjuanga Kepulauan Sula tahun ini disebut menjadi momentum konsolidasi penting dalam memperkuat barisan internal partai dan memastikan bahwa arah politik ke depan benar-benar dipimpin oleh kader murni PDI Perjuangan yang telah teruji loyalitas, integritas, dan kapasitasnya.

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *