banner 728x90
banner 728x90
BeritaDaerah

Audit Tak Kunjung Jalan, Warga Duga Inspektorat Lindungi Kades Kabau Pantai

126
×

Audit Tak Kunjung Jalan, Warga Duga Inspektorat Lindungi Kades Kabau Pantai

Sebarkan artikel ini

Sanana, Potretone.com,- Aroma permainan kotor di tubuh Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula mulai tercium. Warga Desa Kabau Pantai, Kecamatan Sulabesi Barat, menuding lembaga pengawas internal daerah itu melindungi Kepala Desa Kabau Pantai yang diduga terlibat dalam sejumlah kegiatan fiktif Dana Desa dan Alokasi Dana Desa tahun anggaran 2022.

Dugaan tersebut disampaikan Azis, warga setempat, yang geram karena hingga kini Inspektorat belum menindaklanjuti surat pemberitahuan audit investigasi dari Kejaksaan Negeri Kepulauan Sula.

banner 728x90

Menurutnya, Kejaksaan telah melayangkan surat permintaan audit investigasi sejak 7 Oktober 2025, namun langkah itu diabaikan begitu saja oleh Inspektorat.

“Surat dari Jaksa sudah keluar tanggal 7 Oktober, tapi sampai hari ini tidak ada tindakan. Terlihat jelas Inspektorat seperti mempermainkan Kejaksaan,” ujar Azis dengan nada kesal, Sabtu (1/11).

Lebih jauh, Azis mengungkapkan bahwa dalam pertemuan antara Kejaksaan dan Kepala Desa Kabau Pantai, sang kades secara terbuka mengakui telah menggunakan anggaran desa dan berjanji akan mengembalikannya. Namun hingga kini, janji itu hanya sebagai pemanis.

“Kades sendiri mengaku sudah pakai uang itu, bahkan janji mau kembalikan. Tapi sampai sekarang tidak ada realisasi,” ungkapnya.

Azis menilai, sikap diam Inspektorat memperkuat dugaan adanya upaya pembiaran dan perlindungan terhadap oknum kepala desa yang diduga menyelewengkan dana ratusan juta rupiah dari kas desa.

Adapun kegiatan yang diduga fiktif pada tahun anggaran 2022 tersebut antara lain:

1. Pembangunan talud 50 meter senilai sekitar Rp190 juta

2. Pembukaan jalan baru 50 meter senilai sekitar Rp30 juta

3. Pengadaan sapi kurban 1 ekor senilai Rp9 juta

4. Pengadaan dua kelompok tani senilai Rp48 juta

“Semuanya fiktif, tidak ada pekerjaan yang benar-benar dikerjakan di lapangan,”tegas Azis.

Azis pun mendesak Kejaksaan Negeri Kepulauan Sula agar turun tangan langsung dan tidak membiarkan kasus ini menguap begitu saja.

“Kalau Inspektorat tidak serius, berarti ada permainan. Kami minta Jaksa segera ambil alih,” tandasnya. (Ra)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *