Halut, Potretone.com,- Fakultas Ilmu Sosial dan Kependidikan (FISKEP) Universitas Hein Namotemo (UNHENA) menggelar Yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025 pada Senin (27/10/2025).
Kegiatan berlangsung meriah di Aula Hotel Greenland Tobelo, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua Sinode GPdI Maluku Utara, Pdt. Amos Puasa, M.Th., Mantan Rektor UNHENA, Pdt. Marten Budiman, M.Th., serta alumni berprestasi Albri Labaka, S.H., M.H. dan Apriceni Gagali, S.H., M.Pd. (Doktor Kandidat) dari Program Studi Hukum.
Acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Dekan FISKEP Nomor: 64/UHN2.2/LL/2025 tentang penetapan kelulusan mahasiswa Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025.
Dalam sambutannya, Rektor UNHENA Maluku Utara, Dr. Hendriane Namotemo, S.S., M.M., menyampaikan pesan inspiratif tentang peluang kerja dan tantangan dunia global.
Ia menekankan bahwa Maluku Utara kini menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional, terutama berkat sektor pertambangan dan industri pengolahan.
“Sekitar 75% pendapatan daerah kita berasal dari sektor pertambangan, dan telah menyerap lebih dari 85 ribu tenaga kerja, sebagian besar anak muda Maluku Utara sendiri,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rektor berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar dan mampu bersaing secara global.
“Kalian harus siap bersaing dengan lulusan dari berbagai daerah bahkan luar negeri. Kuasai teknologi dan bahasa asing agar bisa melangkah lebih jauh,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Dr. Hendriane menutup dengan pantun yang mengundang tepuk tangan meriah:
“Datang ke UNHENA membawa pena, pergi dengan harapan. Selamat yudisium para sarjana, semoga sukses di masa depan!”
Sementara itu, Dekan FISKEP, Dr. Jarot Digdo Ismoyo, S.H., M.H., menegaskan bahwa yudisium bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab baru sebagai seorang sarjana.
“Setelah nama kalian dibacakan, maka resmilah menyandang gelar sarjana. Ada yang menempuh empat tahun, ada yang sembilan tahun semua itu proses perjuangan yang patut disyukuri,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar para lulusan tidak lupa berterima kasih kepada orang tua dan menjaga nama baik almamater.
“Di balik toga yang kalian kenakan, ada doa dan air mata perjuangan orang tua,” tambahnya penuh makna.
Mengutip filsuf Yunani, Aristoteles, ia menegaskan: “Pendidikan itu akarnya pahit, tetapi buahnya manis.”
Dalam laporan panitia, Ketua Panitia Yudisium, Sahrestia Kartianti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan tersebut.
“Sebuah kebanggaan melihat mahasiswa kami lulus dengan predikat terbaik,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, keberhasilan acara ini tidak lepas dari kerja sama tim panitia serta dukungan penuh pimpinan fakultas dan universitas. Tahun ini, Anggristi Alsi Mamaghe berhasil meraih predikat cumlaude dengan IPK 3,96, menjadi salah satu lulusan terbaik FISKEP UNHENA.
“Ini bukti bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil,” tutup Sahrestia. (Chen)



















