banner 728x90
Berita

Akankah Mendapatkan Sangsi Terkait Tumpahnya Cpo Di Laut Dermaga PT. Maridan, Gakum LHK Harus Bertindak

44
×

Akankah Mendapatkan Sangsi Terkait Tumpahnya Cpo Di Laut Dermaga PT. Maridan, Gakum LHK Harus Bertindak

Sebarkan artikel ini

Potretone.com Dumai – Minyak Crude Palm Oil (CPO) berserakan di atas permukaan laut. Peristiwa dikabarkan terjadi di area PT Meridan Sejati Surya Plantion, Kota Dumai.

Tumpahan ini terkuat lantaran adanya video yang beredar di pesan WhatsApp. Dalam video 23 detik itu, tampak seorang pria berbaju hitam membersihkan tumpahan minyak di area dermaga.

banner 728x90

Salah satu narasumber yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, video tumpahan minyak CPO itu terjadi di PT Meridan Sejati Surya Plantion pada 06 Maret 2025 kemarin.

“Di Jety Meridan, Kapal Tanker MT. Ginga Merlin. Kejadian saat loading,” katanya.

Dijelaskannya, minyak CPO yang tumpah ke laut Dumai itu terbilang cukup banyak.

Saat ditanya Oil Bomb, dirinya langsung mencetus tidak ada di lokasi.

“Tumpahan minyaknya banyak, disekitar dernaga tidak ada Oil Bomb terpasang,” ujarnya lagi.

Untuk memastikan peristiwa tersebut, Sekilas Riau mencoba mengkonfirmasi salah satu managemen PT Meridan Sejati Surya Plantation yang diketahui bernama Thomas Tan.

Hingga artikel ini diterbitkan, Thomas Tan, enggan menjawab.

Diharapkan Balai Gakum LHK ambil tindakan tegas kepada perusahaan tersebut yang berani membuat kotornya laut Dumai. (Red)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Sanana,- Aksi demonstrasi yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Kabupaten Kepulauan Sula untuk menyoroti dugaan kasus-kasus korupsi di daerah berakhir ricuh. Ketua IMM Kepulauan Sula, Prabowo Sibela, mengaku menjadi korban dugaan pemukulan oleh seorang oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat menyampaikan aspirasi di depan Istana Daerah, Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Minggu (31/5/2026).

Berita

Potretone.com, Sanana,- Sikap diam Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Sula terkait dugaan pelanggaran ketenagakerjaan di PT Mangoli Timber Produsen (MTP) mulai memantik kritik keras. Lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan di bidang tenaga kerja itu dinilai belum menunjukkan keberanian politik untuk membela ribuan pekerja lokal yang diduga kehilangan hak-hak normatifnya.