banner 728x90
banner 728x90
BeritaDaerah

Mantan Presiden BEM, Kritik Jalan Seniahaya Modapia

232
×

Mantan Presiden BEM, Kritik Jalan Seniahaya Modapia

Sebarkan artikel ini

PotretOne.com, Sanana (Malut) – Pembongkaran badan jalan di Desa Seniahaya menuju Desa Modapia di Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan di kritisi mantan presiden BEM STAI Babussalam Sula.

Raski Soamole, dalam sebuah vidio berdurasi 2.37 detik, mengaku tidak mau mencari keselahan pemerintah daerah yang hari ini merupakan calon petahana di Pilkada 27 November 2024.

banner 728x90

“Beta bukan mau cari-cari keselahan si A atau si B menjalang Pilkada, tapi beta bacarita sesuai fakta dan teruji. seharusnya katong orang modapia ini suda harus nikmati jalan sirtu atau jalan aspal,”ucap Raski dalam vidionya.

Sebelumnya, Pembongkaran jalan seniahaya menuju Modapia itu suda dua kali di anggarkan jaman pemerintah daerah saat ini, Hj. Fifian Adeningsi Mus dan H. Saleh Marasabesy.

“Pembongkaran jalan seniahaya menuju Modapia ini suda dua kali di anggarkan tetapi hangus. Waktu itu Beta sempat berkomentar di beberapa media sosial dan itu pernah di liput oleh wartawan,”ujar Raski Soamole dalam vidio pendekanya.

“Kalu jalan di bangun di musim Pilkada baru abis kampanye bilang ini saya su biking, ini juga saya su biking lalu persentasinya kamong su nikmati ka Balum, ya Katong Balum nikmati jalan kalu kaya bagini, mestinya Katong su harus nikmati jalan menimal jalan sirtu.”sambungnya.

Raski juga merasa heran dan aneh terkait dengan status jalan seniahaya menuju Modapia di Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula.

“Anehnya jalan ini, dia pung status itu pengembangan jalan sesuai dengan data yang Beta himpun, tapi yang ada itu pembongkaran badan jalan.”ucap Raski.

Dia menilai, Pemerintah Derah Kepulauan Sula, tidak iklan melayani rakyatnya, bahkan yang ada hanya pencitraan.

“Kalu betul-betul kamong mau bangun semestinya Katong su nikmati jalan menimal sirtu,”tutup Raski dalam vidio singkat.

(RA)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Potretone.com, Sanana,- Angin laut di Pelabuhan Sanana siang itu berembus pelan, seolah ikut membawa kenangan-kenangan lama yang hampir terlupakan. Di antara langkah kaki para penumpang yang turun dari kapal KM. Permata Obi pada 28 April 2026, ada sekelompok orang tua yang berjalan perlahan bukan semata karena usia, tetapi karena mereka sedang memikul sesuatu yang tidak sisa-sisa budaya yang kian menipis dimakan zaman.