banner 728x90
banner 728x90
BeritaOpiniPolitik

PPP Sula Serahkan Berkas Bacabup dan Bacawabup Ke DPP PPP

73
×

PPP Sula Serahkan Berkas Bacabup dan Bacawabup Ke DPP PPP

Sebarkan artikel ini

Potretone.com, Sanana (Malut) – Ketua DPC PPP Kepulauan Sula, Bah’udin Soamole di dampingi Plt, Sekretaris Wilayah PPP Malut Arif ABD Rahim, dan sekretaris DPC PPP Sula Irfan Leko, menyerahkan berkas bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati kab. kepulauan sula pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 27 November 2024 ke DPP PPP.

Berkas bacabup dan bacawabup tersebut serahkan langsung oleh Plt. Sekretaris Wilayah PPP Malut Arif ABD Rahim, di kantor DPP PPP dan diterima oleh DPP PPP pada pukul 14.30 WIB Jakarta. Kamis, (30/5/204).

banner 728x90

Ketua DPC PPP Kepulauan Sula, Bah’udin Soamole, ketika dikonfermasi media potretone.com melalui via telpon, Pihaknya mengatakan berkas bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati kepulauan sula telah di serahkan ke DPP PPP sekitar pukul 14.30 WIB Jakarta.

Bah’udin mengatakan, berkas Bacabup dan bacawabup yang diterima DPP PPP itu terdapat 10 bacabup dan 1 bacawabup kepulauan sula. Kemudian dari 11 nama yang mendaftarkan diri di PPP Sula, baik bacabup maupun bacawabup akan mengikuti mengikuti fit and proper tes yang di uji langsung oleh DPP PPP nantinya.

“Untuk jadwal fit and proper tes itu di mulai sejak tanggal 27 mei- tanggal 15 juli 2024 di seluruh indonesia.”ucap Bah’udin Soamole.

Kemudian tamba Bah’udin, terkait dengan jadwal calon kepala daerah (cakada) nantinya belum ada keputusan dari DPP PPP.

“Nanti setelah ada putusan DPP baru kami sampaikan ke semua yang telah mendaftarkan diri di PPP Sula,” terangnya. (RA)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Potretone.com, Sanana,- Angin laut di Pelabuhan Sanana siang itu berembus pelan, seolah ikut membawa kenangan-kenangan lama yang hampir terlupakan. Di antara langkah kaki para penumpang yang turun dari kapal KM. Permata Obi pada 28 April 2026, ada sekelompok orang tua yang berjalan perlahan bukan semata karena usia, tetapi karena mereka sedang memikul sesuatu yang tidak sisa-sisa budaya yang kian menipis dimakan zaman.