banner 728x90
BeritaDaerahNasionalOpiniPemiluPolitik

Tampil Sederhana, Caleg Satu Ini Hadir Dengan Penuh Berkesan

146
×

Tampil Sederhana, Caleg Satu Ini Hadir Dengan Penuh Berkesan

Sebarkan artikel ini

PotretOne.com, Sanana – Riswan Abas, mantan aktifis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kepulauan Sula, Maluku Utara, dikabarkan menghiasi panggung politik menuju bukit harapan pada momentum pesta demokrasi 2024 mendatang, itu cukup berkesan di kalangan masyarakat khusus di daerah pemilihannya. Selasa, (26/12/2023).

Kehadiran Caleg DPRD Kepulaun Sula-Dapil 2, Riswan Abas hadir dengan Partai Buruh nomor urut 1 mendapatkan respon potif, bahkan mendapatkan dukungan dari berbagai klanga masyarakat di daerah pemilihannya.

banner 728x90

Namun, di balik optimisme ini, Riswan Abas juga banyak menghadapi berbagai tantangan yang perlu diatasi. Akan tetapi dirinya tidak merasa lelah menghadapi tantangan yang ada, justru ia menjadikan itu sebagai motivasi untuk menuju pada bukit harapan 2024 yang telah dinanti-nantikan.

Riswan Abas, setiap kali melakukan kunjungan silaturahmi di daerah pemilihannya, Ia lebih banyak meminta Restu dan Do’a melainkan dukungan. Karena menurutnya, dukungan itu masi 14 febuari 2024.

Bagi Riswan, banyak restu dan Do’a yang di berikan akan mempermudah segala aktifitas dalam keseharian kita, “Sanohi do pia matua fuk do kak kalu kim pilihan mai dahi pel, tapi anoi daka bo kim mua-mua gidok ak do kim restu do kim doa dua. Insa Allah, restu dan Do’a bermanfaat daka bo ak,”ucapnya saat bersilaturahmi. (Relawan)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Potretone.com, Sanana,- Sikap diam Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Sula terkait dugaan pelanggaran ketenagakerjaan di PT Mangoli Timber Produsen (MTP) mulai memantik kritik keras. Lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan di bidang tenaga kerja itu dinilai belum menunjukkan keberanian politik untuk membela ribuan pekerja lokal yang diduga kehilangan hak-hak normatifnya.