banner 728x90
banner 728x90
BeritaDaerahNasionalPendidikanPolitikRegional

Polsek Dumai Barat Berdiam Diri, Pikir Gudang Besi Tua, Ternyata Gudang Penampungan BBM Subsidi Ilegal

74
×

Polsek Dumai Barat Berdiam Diri, Pikir Gudang Besi Tua, Ternyata Gudang Penampungan BBM Subsidi Ilegal

Sebarkan artikel ini

Potretone.com Dumai – Aktivitas penampungan BBM yang dilansir dari beberapa Stasiun Pengisian Bahan Umum(SPBU) masih marak di Provinsi Riau khususnya di kota Dumai, yang sampai saat ini masih dibiarkan beraktivitas oleh aparat penegak hukum Polres Dumai.

Hasil pantauan awak media ini (10/01/2025) di salah satu Gudang yang dipikir Gudang besi tua ternyata tempat penampungan BBM subsidi dari beberapa SPBU yang ada di kota Dumai, tepatnya dijalan Gatot Subroto RT001 Km 7 Kelurahan Bukit Timah kecamatan Dumai Selatan kota Dumai (seberang jalan Budi Arif).

banner 728x90

Modusnya pelaku penampungan BBM tersebut melansir dengan menggunakan mobil pickup yang telah di rombak dengan tangki tambahan yang sejajar dengan rangka bak mobil tersebut dan mengisi minyak di beberapa SPBU di kota Dumai.

Informasi yang didapat dari masyarakat setempat yang mengetahui keberadaan Gudang penampungan BBM ilegal tersebut, mengatakan tempat tersebut milik Marga Silalahi dan aktivitasnya setiap hari bolak balik melansir dari SPBU dan dikumpulkan digudang tersebut. Sampai saat ini belum tersentuh oleh penegak hukum polres Dumai maupun polsek Dumai Barat.

Awak media ini juga sudah mencoba mengkonfirmasi ke pemilik Gudang penampungan tersebut yang bermarga Silalahi melalui via whatsapp, namun nomor awak media ini di blokir oleh pengusaha tersebut.

Diminta kepada Kapolres Dumai dan dinas terkait agar dapat menindak tegas tempat penampungan BBM yang telah beraktivitas secara ilegal tampa mengantongi izin yang berlaku.

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Potretone.com, Sanana,- Angin laut di Pelabuhan Sanana siang itu berembus pelan, seolah ikut membawa kenangan-kenangan lama yang hampir terlupakan. Di antara langkah kaki para penumpang yang turun dari kapal KM. Permata Obi pada 28 April 2026, ada sekelompok orang tua yang berjalan perlahan bukan semata karena usia, tetapi karena mereka sedang memikul sesuatu yang tidak sisa-sisa budaya yang kian menipis dimakan zaman.