banner 728x90
Berita

Polri Bongkar Laboratorium Gelap Narkoba Sintesis Terbesar Di Indonesia

24
×

Polri Bongkar Laboratorium Gelap Narkoba Sintesis Terbesar Di Indonesia

Sebarkan artikel ini

Potretone.com, Kota Malang (Jatim) – Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bersama Polda Jawa Timur (Jatim) dan Direktorat Interdiksi Narkotika Bea dan Cukai berhasil mengungkap clandestine laboratory atau laboratorium gelap narkotika sintetis terbesar di Indonesia, pada Selasa kemarin.

Laboratorium gelap yaang memproduksi dan mengedarkan tembakau dengan kandungan sintetik kannabinoid jenis MDMB-4en-PINACA terbesar di Indonesia ini berada di Kota Malang, Jawa Timur.

banner 728x90
Tempat Laboratorium Gelap bertempat di kota malang, Jawa timur

Kemudian, sebanyak 8 orang telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, dan seorang WNA Malaysia berinisial KENT menjadi buronan.

Barang bukti narkoba yang disita polisi antara lain 1,2 ton ganja sintetis, 25.000 butir pil xanax, 25.000 butir pil extasy, 40 kg bahan baku ganja sintetis atau setara dengan 2 ton produk jadi.

“Para pelaku dikenakan Pasal 113 ayat (2) sub pasal 114 ayat (2) sub 112 ayat (2), jo 132 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati,” jelas Kabareskrim Polri Komjen Pol. Drs. Wahyu Widada, M.Phil., saat konferensi pers di Kota Malang, Jawa Timur. (Red)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Sanana,- Aksi demonstrasi yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Kabupaten Kepulauan Sula untuk menyoroti dugaan kasus-kasus korupsi di daerah berakhir ricuh. Ketua IMM Kepulauan Sula, Prabowo Sibela, mengaku menjadi korban dugaan pemukulan oleh seorang oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat menyampaikan aspirasi di depan Istana Daerah, Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Minggu (31/5/2026).

Berita

Potretone.com, Sanana,- Sikap diam Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Sula terkait dugaan pelanggaran ketenagakerjaan di PT Mangoli Timber Produsen (MTP) mulai memantik kritik keras. Lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan di bidang tenaga kerja itu dinilai belum menunjukkan keberanian politik untuk membela ribuan pekerja lokal yang diduga kehilangan hak-hak normatifnya.